MANOKWARI, cahayapapua.id- Musyawarah Daerah (Musda) III Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Manokwari resmi dibuka oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Solidaritas dan Kebersamaan” tersebut menjadi momentum bagi warga Tionghoa di Kabupaten Manokwari untuk memperkuat persatuan serta meningkatkan kontribusi dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Manokwari Hermus Indou menekankan pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus sebagai fondasi dalam membangun bangsa dan negara.
Menurutnya, keberadaan komunitas yang terorganisir melalui organisasi sosial kemasyarakatan memiliki peran yang sangat penting. Organisasi tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu memimpin, mengarahkan, serta memberikan petunjuk dan arahan bagi para anggotanya.
Selain itu, organisasi juga berperan dalam mendorong partisipasi nyata masyarakat untuk berkontribusi, baik bagi komunitasnya sendiri maupun bagi pembangunan daerah secara luas.
Hermus juga mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa dalam perjalanan sejarah Indonesia, termasuk di Papua Barat khususnya Kabupaten Manokwari, yang sejak lama dikenal memiliki peran penting dalam aktivitas perdagangan serta transformasi sosial di tengah masyarakat.
Ia menyebut Musyawarah Daerah seperti ini memiliki beberapa makna strategis bagi organisasi, di antaranya sebagai pilar demokrasi internal, momentum refleksi dan konsolidasi organisasi, serta sarana untuk memperkuat solidaritas masyarakat.
“Solidaritas di antara berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi dan kelompok keagamaan, merupakan fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan,” ujar Hermus.
Menurutnya, melalui forum musyawarah tersebut diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan yang visioner serta program-program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, seperti program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan pendidikan.
Hermus menambahkan kontribusi masyarakat Tionghoa di Kabupaten Manokwari selama ini telah terlihat dalam berbagai bidang, khususnya di sektor ekonomi.
“Masyarakat Tionghoa aktif dalam kegiatan usaha, baik di pasar tradisional maupun di pusat-pusat perdagangan modern, serta menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan pengusaha lokal dan masyarakat adat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Manokwari, lanjut Hermus, mendukung berbagai langkah positif yang dilakukan oleh warga Tionghoa dalam pembangunan ekonomi serta dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah.
Ia berharap Musyawarah Daerah tersebut dapat menjadi wahana untuk memperkuat persatuan serta melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi maupun masyarakat.
“Kepada seluruh peserta Musyawarah Daerah, saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wahana untuk memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan, serta melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi dan masyarakat,” Ucap Hermus.
Sementara itu, Ketua PSMTI Kabupaten Manokwari, Alexander Irsiandi, mengatakan Musyawarah Daerah tersebut digelar untuk memilih ketua baru PSMTI Kabupaten Manokwari periode 2026-2030.
Menurutnya, musyawarah ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memajukan organisasi dan memperkuat persatuan warga Tionghoa di Kabupaten Manokwari.
Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya dapat mengayomi seluruh anggota serta terus membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Melalui Musyawarah Daerah tersebut, PSMTI Kabupaten Manokwari diharapkan semakin solid serta mampu berperan aktif dalam mendukung pembangunan serta menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
PSR-CP










