Hermus: Bandara Rendani Harus Dibangun, Jangan Bergantung pada Investor ‎

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis, khususnya pengembangan Bandara Rendani sebagai pintu gerbang utama ibu kota Provinsi Papua Barat.

‎Ia menekankan, sebagai ibu kota provinsi, Manokwari harus mampu mengoptimalkan pembangunan infrastruktur, termasuk memastikan pengembangan Bandara Rendani berjalan sesuai kebutuhan daerah.

“Bandar Udara Rendani harus kita pastikan. Santunan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan bandara harus bisa kita layani,” ujar Hermus saat penyerahan DPA di Kantor Bupati Manokwari, Selasa (14/4/2026).

‎Hermus menjelaskan, pengembangan bandara mencakup rencana pembangunan terminal baru yang dilengkapi fasilitas garbarata serta perpanjangan runway guna mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Namun demikian, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terlalu bergantung pada investor, termasuk investor asing, dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

‎“Saya dengar-dengar Pemprov Papua Barat ada menggandeng investor China. Tapi semua investor datang dengan kepentingan. Jadi tidak usah berharap lebih kepada investor,” tegasnya.

‎Menurutnya, pemerintah daerah harus mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki melalui APBD serta mendorong dukungan dari pemerintah pusat untuk merealisasikan pengembangan bandara.

‎“Ayo kita optimalkan APBD kita dan yakinkan pemerintah pusat untuk bangun bandara. Jangan berharap lebih kepada pemerintah negara lain,” katanya.

‎Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan sehingga harus cermat dalam menentukan arah pembangunan.

‎“Kita bukan pemerintah pusat yang punya kewenangan lebih. Kita pemerintah daerah, jadi harus optimalkan kemampuan yang kita miliki,” ungkapnya.

‎Selain itu, Hermus menilai relokasi masyarakat yang berada di kawasan bandara perlu menjadi perhatian agar pengembangan terminal dan perpanjangan runway dapat berjalan optimal.

‎“Kalau ada anggaran, kita bantu masyarakat di kawasan bandara untuk pindah, supaya pengembangan bandara bisa kita lakukan,” tambahnya.

‎Hermus menegaskan, pengembangan Bandara Rendani harus menjadi prioritas agar Manokwari sebagai ibu kota provinsi tidak tertinggal dalam pembangunan.

‎“Saya harus bicara. Kalau saya tidak bicara, kita tidak akan urus ini. Manokwari sebagai ibu kota provinsi nanti begini-begini saja,” pungkasnya.

‎Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat disebut menjajaki kerja sama investasi senilai Rp7 triliun dengan delegasi investor Tiongkok untuk pengembangan Bandara Rendani sebagai gerbang ekonomi modern, termasuk pembangunan runway sepanjang 2.500 meter dan fasilitas garbarata.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *