Harga BBM Nonsubsidi Naik di Manokwari, Dexlite Tembus Rp24.150 per Liter ‎

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diberlakukan PT Pertamina (Persero) sejak 18 April 2026 mulai dirasakan di daerah, termasuk di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

‎Pantauan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Baru, Manokwari, menunjukkan adanya kenaikan harga BBM jenis Dexlite yang cukup signifikan.

‎Berdasarkan pengumuman yang terpampang di lokasi, harga Dexlite naik dari Rp14.500 menjadi Rp24.150 per liter.

‎Kenaikan ini menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna BBM nonsubsidi yang merasakan langsung perubahan harga di tingkat SPBU.

‎Penyesuaian tersebut sejalan dengan kebijakan nasional PT Pertamina (Persero) yang melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi di seluruh Indonesia.

‎Penyesuaian ini mencakup sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang mengikuti mekanisme harga energi global.

‎Sementara itu, untuk BBM tertentu seperti Pertalite, harga tetap dipertahankan sebesar Rp10.000 per liter sesuai kebijakan pemerintah.

‎Perbedaan ini menunjukkan bahwa harga BBM dibedakan berdasarkan kategori produk, di mana BBM nonsubsidi mengikuti formula harga tersendiri.

‎Harga BBM nonsubsidi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya fluktuasi harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah, sementara BBM subsidi tetap dijaga stabil guna melindungi daya beli masyarakat.

‎Di sisi lain, Pertamina juga memastikan ketersediaan LPG di wilayah Papua tetap aman meskipun terjadi penyesuaian harga energi.

‎Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM dan LPG tidak saling berkaitan secara langsung.

‎“Memang ada penyesuaian harga BBM dan LPG, namun bukan berarti saling berdampak satu sama lain, karena masing-masing memiliki perhitungan harga tersendiri,” ujarnya kepada media melalui WhatsApp, Senin (20/4/2026).

‎Ia menambahkan, pasokan LPG di Papua terus dijaga melalui distribusi berkala, termasuk suplai kapal tanker yang masuk ke wilayah Jayapura.

‎“Untuk stok Papua terus dijaga dalam kondisi aman. Distribusi dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan, termasuk Bright Gas,” katanya.

‎Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan energi, baik BBM maupun LPG, serta tetap mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah dan perusahaan.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *