Polda Papua Barat Memulai Operasi Lilin untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Polda Papua Barat resmi memulai pelaksanaan Operasi Lilin 2025 dengan menggelar Apel Gelar Pasukan yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia, Jumat (19/12/2025). Operasi ini digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di seluruh wilayah Papua Barat.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Jhonny Edison Isir, dan dihadiri Gubernur Papua Barat, Wakapolda Papua Barat, Kepala Basarnas, Kasdam XVIII/Kasuari, Kepala Jasa Raharja Manokwari, perwakilan Fasharkan TNI AL, OPD Pemprov Papua Barat, serta para Pejabat Utama Polda Papua Barat.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolda Papua Barat, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan pengecekan akhir atas kesiapan personel dan sarana prasarana yang digunakan selama Operasi Lilin 2025. Dengan kesiapan tersebut, diharapkan seluruh rangkaian pelayanan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru dapat berjalan optimal.

Kapolda menjelaskan bahwa perayaan Nataru merupakan agenda nasional yang setiap tahun berdampak pada meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, atau meningkat 7,97 persen dibandingkan tahun lalu. Situasi ini menuntut kesiapan pengamanan di berbagai aspek.

Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama pemangku kepentingan menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2025”, yang berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan, terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, dan 55.289 personel dari sejumlah instansi terkait.

Polri juga menyiapkan 2.903 posko, meliputi 1.807 Pos Pengamanan, 763 Pos Pelayanan, dan 333 Pos Terpadu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pos-pos ini berfungsi memberikan pelayanan pada 44.436 objek, termasuk gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, lokasi wisata, dan titik-titik perayaan pergantian tahun.

Di bidang Kamseltibcarlantas, Polri bekerja sama dengan Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut, dan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR melalui penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan angkutan barang, rekayasa lalu lintas, dan pengendalian arus penyeberangan laut. SKB tersebut menjadi pedoman utama bagi petugas di lapangan.

Pada aspek Kamtibmas, Kapolri menekankan pentingnya sterilisasi seluruh lokasi ibadah demi menjamin perayaan Natal berlangsung aman dan khidmat. Polri juga diminta menggandeng ormas keagamaan dalam pelayanan sebagai bentuk toleransi dan kebersamaan.

Selain itu, peningkatan patroli di lokasi rawan, pelibatan Pam Swakarsa, dan penyediaan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian turut menjadi bagian pengamanan. Mengantisipasi potensi bencana alam, Polri menyiapkan tim tanggap bencana dan perlengkapan SAR di posko terpadu pada jalur rawan longsor dan banjir.

Kapolri juga menegaskan pentingnya layanan darurat 110 sebagai kanal utama untuk menerima laporan masyarakat selama masa libur Nataru.

Seluruh personel gabungan yang terlibat berasal dari unsur TNI-Polri, kementerian terkait, BNPB, BMKG, Bapanas, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan mitra Kamtibmas lainnya.

Usai apel, Kapolda Papua Barat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melanjutkan peninjauan kesiapan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan selama Operasi Lilin 2025.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *