Peringkat Pertama Turunkan Prevalensi Stunting, Hermus Indou: Kita Perkuat Satgas

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id—Kabupaten Manokwari menempati urutan pertama dalam penurunan prevalensi stunting di wilayah Provinsi Papua Barat. Kurun waktu lebih dari 2 tahun kasus stunting dari 135 anak berhasil diturunkan menjadi 64 anak.

Bupati Manokwari Hermus Indou menyatakan, keberhasilan dalam penanganan stunting tidak lepas dari kolaborasi mitra strategis. Ia mengatakan, pemkab akan memperkuat peran satgas stunting.

“Kita memperkuat kerja sama. Jadi kerja sama pemerintah daerah dengan mitra strategis yang ada di kabupaten Manokwari terutama kita perkuat satgas stunting yang mencakup, tim penggerak PKK, dinas kesehatan ,juga kader-kader kesehatan dengan seluruh puskesmas. Kita akan bekerja dengan baik serta berkolaborasi,” kata Hermus Kamis (17/8/2023)

Kerja sama itu penting untuk memvalidasi data stunting di daeah ini. Sehingga data yang dihasilkan komprehensif. Dalam kepentingan menyinkronkan data nasional dan data daerah.

”Untuk kita mendapatkan data yang real di lapangan soal sebenarnya siapa sih yang terkena stunting,” ujar Hermus Indou.

Validasi data, sebut Hermus Indou, sudah pernah dilakukan oleh pemkab Manokwari. Hal itu dilakukan ketika menguji data pencatatan survei gizi nasional, saat itu diperoleh lebih dari 600 anak di kabupaten Manokwari terdampak stunting.

“Kita uji di lapangan, kita klarifikasi di lapangan sejauh mana angka itu. Apakah benar atau tidak. Kita mendapatkan ternyata yang terdampak penting benar-benar itu sekira 135, itu kita sudah turunkan,” katanya.

Hermus berharap, ke depan strategi penanganan stunting mencakup hal yang substantif dan spesifik. Sebab stunting ini menjadi sebuah gejala dari kemiskinan ekstrem yang dihadapi.

“Kita menurunkan angka kemiskinan juga berdampak kepada penurunan angka stunting,” pungkasnya. (PSR-CP)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *