MANOKWARI, cahayapapua.id- Pelaksanaan Operasi Ketupat Mansinam 2026 di Papua Barat berjalan lancar dan sukses. Namun, di balik keberhasilan tersebut, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas justru mengalami peningkatan.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Barat merilis hasil evaluasi pelaksanaan operasi ketupat Mansinam, Rabu (8/4/2026).
Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Arief Bahitar, menyampaikan bahwa keberhasilan operasi tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk stakeholder, instansi terkait, media, dan masyarakat.
“Operasi Ketupat dapat berjalan dengan baik karena adanya dukungan semua pihak. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder, termasuk media dan masyarakat,” ujarnya.
Dari hasil evaluasi, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat menurun dari delapan kejadian pada tahun sebelumnya menjadi tujuh kejadian.
Namun demikian, dari sisi kualitas korban mengalami peningkatan. Korban meninggal dunia bertambah dari satu menjadi dua orang, masing-masing terjadi di Manokwari Kota dan Teluk Wondama.
Sementara itu, jumlah korban luka berat tidak mengalami perubahan, sedangkan korban luka ringan menurun dari enam menjadi tiga orang.
Meski jumlah kecelakaan menurun, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas guna menekan angka pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Pasca Operasi Ketupat, kepolisian juga melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk penertiban pelanggaran lalu lintas.
PSR-CP










