Dirlantas Polda Papua Barat: Kecelakaan Naik, Operasi Keselamatan Mansinam Jadi Prioritas

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bahtiar, menegaskan bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas menjadi perhatian serius kepolisian dan melatarbelakangi pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam 2026 sebagai prioritas utama dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.

Operasi Keselamatan Mansinam 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai upaya cipta kondisi dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadan serta pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini bertujuan menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah Papua Barat.

Dirlantas Polda Papua Barat menjelaskan, pelaksanaan operasi tersebut didasarkan pada hasil evaluasi Operasi Lilin tahun sebelumnya yang menunjukkan peningkatan signifikan angka kecelakaan lalu lintas. Tercatat, jumlah kecelakaan meningkat signifikan, dari sembilan kejadian menjadi 22 kejadian. Angka fatalitas korban meninggal dunia juga meningkat dari empat menjadi lima jiwa, sementara korban luka berat naik 100 persen, dari enam menjadi 12 orang.

“Data ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa potensi kecelakaan lalu lintas masih sangat tinggi. Oleh karena itu, Operasi Keselamatan Mansinam kami jadikan sebagai langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran,” ujar Kombes Pol Arief Bahtiar kepada media di Manokwari, Senin (2/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Mansinam 2026 mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum dengan tetap menjunjung tinggi prinsip pelayanan prima yang simpatik, persuasif, dan humanis. Pendekatan preemtif dilaksanakan sebesar 40 persen melalui edukasi, sosialisasi, dan imbauan kepada masyarakat.

Pendekatan preventif juga dilakukan sebesar 40 persen melalui kegiatan patroli dan penjagaan di titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan dan rawan pelanggaran.

Sementara penegakan hukum menjadi langkah terakhir dengan porsi 20 persen, dilakukan melalui pemberian surat teguran tertulis serta penindakan tilang terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Untuk penindakan berbasis elektronik, saat ini di Papua Barat baru tersedia satu titik di kawasan Wosi. Karena itu, penegakan hukum masih didominasi oleh teguran tertulis dan tilang manual,” jelasnya.

Adapun sasaran operasi meliputi pengendara, kendaraan, lokasi, dan tempat-tempat rawan pelanggaran serta kecelakaan. Fokus penindakan antara lain terhadap pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi (racing), bermain ponsel saat berkendara, menggunakan rotator dan sirene tanpa izin, balap liar, kendaraan over dimension dan over load (ODOL), serta kendaraan yang dimodifikasi tidak sesuai ketentuan.

Dirlantas Polda Papua Barat juga menaruh perhatian khusus terhadap kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan penumpang. Menurutnya, praktik tersebut sangat berisiko, terutama dari sisi keselamatan dan perlindungan asuransi bagi penumpang.

“Kami tidak berharap terjadi kecelakaan. Namun apabila kecelakaan terjadi, penumpang pada kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum tidak mendapatkan jaminan asuransi. Karena itu, kami mengimbau agar kendaraan pribadi tidak digunakan untuk mengangkut penumpang,” tegasnya.

Selain sasaran utama, Operasi Keselamatan Mansinam 2026 juga memberikan perhatian pada pengelolaan parkir di kawasan wisata. Pengelola tempat wisata dan instansi terkait diimbau untuk memastikan area parkir tidak menghambat arus lalu lintas menuju maupun keluar dari lokasi wisata guna mencegah kemacetan dan potensi kecelakaan.

Polda Papua Barat juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik pergerakan masyarakat, seperti terminal dan pelabuhan, terutama menjelang arus mudik dan balik. Untuk menjamin keselamatan angkutan umum, kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dalam melakukan pengecekan kelayakan kendaraan.

Dari sisi kekuatan personel, Operasi Keselamatan Mansinam 2026 melibatkan sekitar 150 personel gabungan, terdiri dari 33 personel Ditlantas Polda Papua Barat serta didukung personel dari satuan fungsi lain dan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Terkait titik rawan kecelakaan, Dirlantas menegaskan bahwa seluruh ruas jalan memiliki potensi kecelakaan apabila terjadi pelanggaran lalu lintas.

“Setiap pelanggaran, sekecil apa pun, berpotensi menimbulkan kecelakaan. Karena itu, tertib berlalu lintas harus menjadi kesadaran bersama,” pungkasnya.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *