MANOKWARI, cahayapapua.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat menyelenggarakan Torang Creative and Ecotourism Festival (TCEF) 2024, 18-19 Mei, di Sorong. Upaya ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya UMKM dan perluasan akses keuangan digital.
TCEF 2024 merupakan bentuk kolaborasi antara BI dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Kepala BI Perwakilan Papua Barat, Setian, di Manokwari, Rabu, menyatakan sejak awal tahun BI Papua Barat sudah membuka pendaftaran bagi UMKM dari Papua Barat dan Papua Barat Daya. Tahun ini, sekitar 180 UMKM mendaftar, terdiri dari 67 UMKM dari Papua Barat dan 113 UMKM dari Papua Barat Daya.
“Kita lakukan kurasi di dua kota, yakni dari Manokwari dan Sorong. Setelah dilakukan kurasi ada sekitar 18 UMKM dari Papua Barat yang bisa kita dorong lebih jauh lagi, sementara dari Papua Barat daya ada 32 UMKM,” ujarnya.
Setelah kurasi, BI meningkatkan kapasitas UMKM melalui pelatihan dan mempromosikan produk mereka melalui TCEF 2024. Selain itu, TCEF 2024 akan dirangkaikan peluncuran desa wisata QRIS peduli inflasi.
Desa wisata yang mewakili Papua Barat adalah Kampung Marsi di Kabupaten Kaimana dan Kampung Malaumkarta di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
“Jadi, kedua kampung tersebut akan jadi desa wisata. Nanti kita akan kembangkan digital melalui pemegang hak media QRIS. Karena kita sekarang consern
terhadap inflasi. Kita berharap kedepannya desa wisata itu bisa menjadi kampung peduli inflasi,” ucapnya.
Sementara itu, Pj Sekda Papua Barat, Yacob Fonataba, menyebut TCEF 2024 menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan minat dan bakat serta mendorong sektor pariwisata.
“Jadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan minat juga bakatnya serta mendorong sektor pariwisata,” tuturnya.
Yacob menjelaskan kata “torang” berasal dari singkatan “kita torang” yang mencerminkan kebersamaan dan keramaian masyarakat Papua.
PSR – CP












