MANOKWARI, cahayapapua.id- Bupati Manokwari, Hermus Indou, resmi melantik Bunda Literasi Kabupaten Manokwari bersama pengurus Bunda Literasi periode 22025-2030
Pelantikan yang berlangsung pada Kamis (11/12/2025), menjadi momentum penguatan komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun budaya literasi sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia di Manokwari.
Dalam sambutannya, Bupati Hermus Indou menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik, seraya menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan masyarakat.
“Tugas ini bukan hanya jabatan, tetapi pertanggungjawaban yang harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Hermus menekankan bahwa literasi adalah komitmen politik dan sosial budaya yang menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia. Di tengah era kompetisi global, kekayaan alam tidak cukup tanpa kekuatan pikiran, nalar kritis, dan inovasi.
“Literasi harus dimaknai lebih luas tidak hanya membaca, tetapi kemampuan memahami, menganalisis, dan mencipta,” jelasnya.
Ia juga menegaskan perlunya penguatan literasi di kampung-kampung, termasuk pelestarian bahasa dan kearifan lokal sebagai identitas masyarakat Manokwari.
Pemerintah daerah, tambahnya, berkomitmen mendukung gerakan literasi melalui kebijakan anggaran yang efisien dan pembangunan birokrasi yang responsif agar setiap tantangan dapat dijawab dengan cepat dan tepat.
“Ini kesempatan untuk berbuat sesuatu bagi kabupaten ini. Jika pemimpin tidak punya mimpi, ia sama seperti orang yang berjalan tanpa arah. Karena itu, mari kita bekerja dengan visi, semangat, dan tanggung jawab, agar generasi kita tidak kehilangan identitasnya,” tegas Bupati Hermus.
Bunda Literasi Manokwari, Febelina Indou, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar untuk membangkitkan gerakan literasi di seluruh Manokwari.
“Literasi adalah fondasi kemajuan. Literasi membangun cara berpikir, memperluas wawasan, dan membentuk karakter generasi yang siap menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selama periode sebelumnya, berbagai program telah digagas, termasuk pembangunan gazebo literasi dan taman baca di wilayah-wilayah terpencil yang aksesnya sulit. Program tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat hingga menjadi referensi bagi kegiatan nasional. Selain itu, dukungan berbagai pihak, termasuk penyediaan seribu buku untuk perpustakaan kampung, turut memperkuat ekosistem literasi di Manokwari.
Ke depan, gerakan literasi Manokwari akan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu literasi berbasis keluarga, literasi digital dan ekonomi kreatif dan literasi budaya dan karakter.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah, organisasi perempuan, komunitas baca, dan sektor swasta sangat penting agar gerakan literasi menjadi gerakan bersama. Ketika perempuan berdaya secara literasi, keluarga menjadi kuat, masyarakat maju, dan Manokwari pasti berkembang,” kata Febelina.
Febelina menambahkan bahwa pelantikan Bunda Literasi dan pengurus periode 2025-2030 ini bukan hanya program, tetapi gerakan besar yang menyentuh keluarga, sekolah, gereja, kampung, hingga ruang digital.
“Pemerintah daerah dan pegiat literasi sepakat menjadikan literasi sebagai pondasi membangun Manokwari yang maju, cerdas, dan berkarakter, ” Pungkasnya.
PSR-CP










