SITH ITB Terlibat dalam Penguatan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Prafi melalui Program Ekspedisi Patriot ‎

MANOKWARI, cahayapapua.id- Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) berkolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di Papua Barat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Ekspedisi Patriot yang berlangsung sejak 12 Agustus 2025, dan salah satunya adalah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) di Manokwari pada Senin, (17/11/2025).

‎FGD tersebut digelar untuk merumuskan prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang dalam pengembangan komoditas unggulan di Kawasan Transmigrasi (KT) Prafi. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Manokwari, BAPPEDA, Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, Dinas Pertanian, pimpinan distrik dan kampung, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTHP) Provinsi Papua Barat, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta para petani dari berbagai wilayah di Manokwari.

‎FGD ini menjadi bagian penting dari program Ekspedisi Patriot inisiatif Kementerian Transmigrasi yang bertujuan mempercepat pemerataan sosial dan ekonomi di kawasan transmigrasi Indonesia. Program tersebut melibatkan sekitar 2.000 akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan diterapkan di 157 kawasan transmigrasi di seluruh Tanah Air, termasuk KT Prafi yang menjadi lokasi fokus tim dari ITB.

‎KT Prafi sendiri merupakan salah satu kawasan transmigrasi terbesar di Papua Barat yang mencakup empat distrik: Distrik Prafi, Distrik Masni, Distrik Sidey, serta Distrik Manokwari Utara. Kawasan ini terdiri atas 11 kampung Satuan Permukiman (SP) dan dua kampung translokal yang menjadi sasaran penguatan pembangunan berbasis komoditas unggulan.

‎Tim Ekspedisi Patriot Output 02 KT Prafi ITB dipimpin oleh Dr. Ir. Rijanti Rahaju Maulani, S.P., M.Si., dan diperkuat oleh empat alumni SITH ITB, yaitu Gabriel Toen Toen Tua Sahat Situngkir, S.T., M.Si., Bisma Bahana Bhagasakara, S.T., Audy Firdausa, S.T., dan Faisal Fathurrahman, S.T. Mereka melakukan kajian langsung di lapangan untuk mengidentifikasi potensi komoditas unggulan dan merumuskan strategi pengembangannya sesuai karakteristik sosial, ekonomi, dan geografis wilayah transmigrasi.

‎Melalui program ini, pemerintah berharap diperoleh rekomendasi berbasis data yang dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan daerah dan nasional, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan. Kajian tim Ekspedisi Patriot juga memiliki peran strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat transmigrasi.

‎Meskipun tidak hadir secara langsung, Bupati Manokwari menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Bupati menegaskan pentingnya implementasi hasil kajian Ekspedisi Patriot bagi pembangunan ekonomi masyarakat lokal.

‎“Melalui kegiatan ini, saya berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat dituangkan dalam dokumen strategis dan rencana tindak lanjut yang dapat direalisasikan. Pemerintah Kabupaten Manokwari berkomitmen memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan hasil yang diperoleh memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Prafi, Masni, Sidey, dan Manokwari Utara,” ujar Sekda mewakili Bupati.

‎Hasil akhir kajian dan rekomendasi tim akan disampaikan langsung kepada Kementerian Transmigrasi serta pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi pada tahap berikutnya.

 

PSR-CP