Generasi Muda Jadi Penggerak JKN, BPJS Kesehatan Kukuhkan Duta Muda Nasional 2025

JAKARTA, cahayapapua.id- BPJS Kesehatan kembali mendorong peran generasi muda dalam memperkuat literasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan mengukuhkan para finalis Duta Muda BPJS Kesehatan 2025 dalam Malam Penganugerahan Duta Muda BPJS Kesehatan, Rabu (19/11/2025).

‎Para finalis yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia itu dipilih sebagai agen perubahan yang akan berperan aktif menyebarkan edukasi kesehatan secara kreatif dan relevan di tengah masyarakat.

‎Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa keberadaan Duta Muda JKN merupakan langkah strategis untuk memastikan Program JKN semakin dipahami oleh generasi muda sebagai kelompok dengan pengaruh besar di era digital. Ia menegaskan, tugas duta tidak berakhir pada seremoni penganugerahan.

‎“Dengan merayakan prestasi luar biasa dari para duta muda terpilih dari Sabang sampai Merauke ini, kita berharap mereka tidak berhenti pada seremoni saja. Nanti ketika mereka kembali ke daerah masing-masing, mereka akan bergerak dan lebih mengoptimalkan Program JKN yang merupakan program luar biasa bagi bangsa dan negara,” ujar Ghufron.

‎Ia menegaskan para finalis telah membuktikan kontribusi nyata dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat, termasuk mendorong pemanfaatan JKN secara optimal.

‎“BPJS Kesehatan terus berupaya menyelenggarakan layanan kesehatan yang berkualitas, merata dan berkelanjutan. Meski tidak mudah dan penuh tantangan, keberhasilan ini membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk generasi muda sebagai agent of change,” katanya.

‎Ghufron menjelaskan bahwa seluruh duta muda dibekali nilai integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovasi sebagai fondasi dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat. Ia menambahkan bahwa semua peserta Duta Muda telah menjadi peserta BPJS Kesehatan aktif.

‎Dalam kesempatan itu, Ghufron juga menyoroti pengakuan internasional terhadap Program JKN.

‎“BPJS ini sudah luar biasa, bahkan masuk nominasi Nobel. Sejak Indonesia merdeka belum pernah ada yang seperti ini. Inovasi digitalnya luar biasa, sampai kita punya human AI yang bisa ditanya apa saja tentang BPJS. Masalahnya satu: banyak yang belum tahu,” katanya.

‎Karena itu, ia menilai kehadiran Duta Muda BPJS Kesehatan sangat strategis. Dengan total peserta JKN mencapai 282 juta orang, masih ada masyarakat yang belum memahami hak dan kewajiban mereka.

‎“Di sinilah peran Duta Muda, membuat peserta yang belum tahu menjadi tahu,” tegasnya.

‎Para duta muda yang telah dilatih disebut memiliki kemampuan untuk mengedukasi teman sebaya dan masyarakat secara kreatif.

‎“Generasi muda adalah opinion leader di era digital ini. Dengan kecakapan mereka dalam komunikasi publik dan dampak digital, Program JKN akan semakin melekat di hati masyarakat,” lanjutnya.

‎Ghufron memberikan apresiasi khusus kepada finalis yang berhasil merancang program kreatif, kampanye solutif, dan advokasi sosial. Dedikasi mereka dinilai menjadi bukti bahwa duta muda telah menjadi penggerak literasi kesehatan di lingkungan masing-masing.

‎Ia menyebut penganugerahan ini menjadi momentum penting untuk mengapresiasi semangat dan inovasi generasi muda. Meski banyak pemuda yang memiliki kepedulian terhadap JKN, tahun ini hanya 12 yang terpilih sebagai finalis, dan satu di antaranya berhalangan hadir sehingga malam penganugerahan dihadiri 11 peserta.

‎“Kreativitas adik-adik ini adalah suara perubahan. Malam ini, Penganugerahan Duta Muda BPJS Kesehatan Nasional adalah langkah besar yang akan adik-adik bawa bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

‎Dari hasil pemantauan cahayapapua.id melalui Zoom, berikut daftar pemenang Duta Muda BPJS Kesehatan 2025 :

‎Juara I : Hengky Silas Jonathan Kafiar dari SMK Negeri Khusus Pariwisata Papua

‎Juara II : Zesika Salsabil Fahrizal dari SMA Negeri 1 Cidahu

‎Juara III : Luh Putu Rani Nanda Iswari dari SMA Negeri 1 Semarapura

‎Juara Favorit : Anata Intan dari SMA Negeri 1 Kepahiang

 

PSR-CP