Pedagang di Pasar Sanggeng Protes Tak Dapat Los, Disperindag Manokwari Beri Penjelasan

banner 468x60

MANOKWARI, cahaypapua.id- Sejumlah pedagang sayur melakukan aksi protes di Pasar Sentral Sanggeng, Manokwari. Mereka menyatakan keberatan karena belum memperoleh los jualan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Plh. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) Manokwari, Yahya Maabuat, mendatangi langsung Pasar Sentral Sanggeng untuk memberikan penjelasan kepada para pedagang, Jumat (9/1/2025).

Yahya menyampaikan, pada saat insiden keributan terjadi, dirinya berada di lokasi pasar. Namun situasi sempat tidak kondusif hingga mengancam keselamatan, sehingga ia memilih mengamankan diri.

“Saya berada di pasar untuk memberikan penjelasan. Namun situasinya memanas dan ada ancaman menggunakan senjata tajam, sehingga saya harus mengamankan diri. Ini bukan bentuk pembiaran dari dinas,” ujar Yahya.

Ia menegaskan, pembagian los sayur dan kios di Pasar Sentral Sanggeng telah dilakukan sesuai hasil pendataan resmi yang dilaksanakan melalui dua kali rapat bersama para pedagang. Pendataan tersebut menjadi dasar penetapan penerima los di pasar baru.

“Penataan pasar ini mengacu pada arahan pimpinan daerah, yaitu Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda, dengan memprioritaskan pedagang lama yang terdampak langsung pembangunan Pasar Sentral Sanggeng,” jelasnya.

Yahya menambahkan, hingga saat ini tidak dilakukan pendaftaran pedagang baru di luar data yang telah disepakati dalam rapat. Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari persoalan lanjutan di lapangan.

“Yang kami lakukan adalah mengembalikan pedagang sesuai database yang ada. Dokumen pendukung pembangunan pasar yang diajukan ke kementerian masih lengkap dan bisa diverifikasi,” katanya.

Menurutnya, pedagang yang belum mendapatkan los diduga merupakan pedagang tidak tetap atau pedagang musiman yang pada saat pendataan tidak tercatat karena tidak berjualan.

“Kalau ada yang belum dapat los dan menyampaikan protes, kemungkinan besar mereka tidak masuk dalam data awal. Pendataan sudah dilakukan dua kali,” ujarnya.

Meski demikian, Yahya memastikan pemerintah daerah tetap membuka ruang solusi ke depan. Keberadaan Pasar Sentral Sanggeng, kata dia, diperuntukkan bagi kepentingan pedagang dan masyarakat.

“Tahap awal ini memang untuk pedagang yang terdata. Namun jika masih tersedia los, pemerintah tetap akan mengakomodir sesuai ketentuan dan arahan pimpinan,” katanya.

Ia berharap para pedagang dapat menahan diri dan memahami proses penataan pasar yang sedang berjalan.

“Tidak ada pembiaran dari pemerintah. Pembangunan pasar ini adalah bagian dari visi kepala daerah untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang,” pungkasnya.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *