Pangkogabwilhan III Pimpin Penanaman 1.500 Mangrove di Pantai Saubeba Manokwari

banner 468x60

MANOKWARI, cahaypapua.id- Sebanyak 1.500 pohon mangrove ditanam di Pantai Saubeba, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Jumat (9/1/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Bambang Trisnohadi.

Penanaman mangrove tersebut dilaksanakan bersama Kodam XVIII/Kasuari, Forkopimda Papua Barat, serta masyarakat, dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Sedunia yang diperingati setiap 10 Januari.

Letjen TNI Bambang Trisnohadi mengatakan, kegiatan penanaman mangrove ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian alam dan ekosistem, khususnya di wilayah Papua Barat.

“Saya bersyukur karena pada sore hari ini kita semua dapat berkumpul untuk melaksanakan kegiatan penanaman mangrove bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam dan ekosistem,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Hari Menanam Pohon Sedunia dicanangkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam pohon guna menjaga keseimbangan lingkungan dan ekosistem. Peringatan ini pertama kali dicanangkan sebagai respons terhadap maraknya pembalakan liar yang memicu bencana alam serta meningkatnya polusi lingkungan.

Ia menyampaikan bahwa mangrove yang ditanam dalam kegiatan ini telah disiapkan oleh Kodam XVIII/Kasuari. Mangrove dipilih karena memiliki peran strategis bagi Papua Barat sebagai benteng alami pantai.

Menurutnya, menjaga mangrove sebagai benteng alam berarti menjaga bumi dan kehidupan manusia. Papua Barat diketahui memiliki kawasan hutan mangrove terluas di Indonesia, yang dinilai sebagai kekayaan alam luar biasa dan harus dijaga serta dikelola secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung garis pantai dari erosi dan abrasi laut, terutama mengingat Papua Barat memiliki garis pantai yang panjang dan luas. Selain itu, ekosistem mangrove menjadi habitat bagi berbagai biota laut dan kawasan pesisir.

Lebih lanjut, mangrove juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir. Kayunya dapat dimanfaatkan, sementara ekosistem mangrove mendukung mata pencaharian masyarakat melalui hasil laut seperti ikan, udang, dan kepiting.

“Kawasan mangrove bahkan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.500 pohon mangrove disiapkan untuk ditanam. Sebanyak 1.000 pohon telah ditanam oleh prajurit Kodam XVIII/Kasuari, sementara 500 pohon lainnya ditanam bersama dalam kegiatan penanaman pada sore hari.

Pangkogabwilhan III menegaskan, gerakan penanaman mangrove ini mungkin terlihat sederhana, namun memiliki dampak besar di masa depan sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan Papua Barat yang hijau, sehat, lestari, produktif, dan sejahtera.

Ia berharap kegiatan penanaman mangrove ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi dapat terus berlanjut disertai perawatan yang berkesinambungan agar mangrove yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi kelestarian lingkungan pesisir dan kawasan rawa.

Pada kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan III juga menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XVIII/Kasuari beserta jajaran atas dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan penanaman mangrove di Pantai Saubeba, Manokwari.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *