MANOKWARI, cahayapapua.id- Musyawarah Besar (Mubes) Ke-IV Kerukunan Masyarakat Kei (KMK) Kabupaten Manokwari Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, menjaga harmoni, serta meneguhkan komitmen warga Kei dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (24/1/2026) tersebut dihadiri Bupati Manokwari, Hermus Indou, jajaran tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh keluarga besar masyarakat Kei di Manokwari.
Dalam sambutannya, Bupati Manokwari Hermus Indou menekankan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis, baik dengan Tuhan, sesama manusia, maupun dengan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa Papua, termasuk Manokwari, dibangun atas kontribusi berbagai suku dan kelompok masyarakat, termasuk masyarakat Kei.
“Para leluhur kita telah meletakkan dasar-dasar yang baik dalam membangun Papua. Karena itu, kita patut bersyukur atas kondisi Papua dan Manokwari yang aman dan damai hingga saat ini,” ujar Hermus.
Ia menegaskan bahwa kerukunan harus terus dijaga tanpa memandang perbedaan agama, ras, maupun suku. Menurutnya, perbedaan merupakan ciptaan Tuhan yang harus dihargai dan dipelihara bersama.
Bupati juga mengajak masyarakat Kei di Manokwari untuk tidak merasa sebagai pendatang, melainkan menjadi bagian yang memiliki daerah ini dan berkontribusi aktif dalam pembangunan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, termasuk masyarakat Kei, sangat dibutuhkan agar roda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Hermus Indou juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Kei yang selama ini telah berkontribusi nyata dalam pembangunan Manokwari. Ia menilai Mubes IV ini sebagai sarana pembelajaran demokrasi, di mana proses pemilihan pemimpin dilakukan secara bermartabat, adil, dan beradab.
“Siapapun yang akan terpilih, mari kita dukung dia, karena dia adalah simbol kita semuanya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kerukunan Masyarakat Kei Provinsi Papua Barat, Prof. Roberth KR Hammar, menekankan bahwa kekuasaan dan kepemimpinan harus dibangun di atas dasar moralitas dan intelektualitas, bukan semata-mata kekuatan fisik.
Menurutnya, Mubes IV ini merupakan tonggak penting kebangkitan warga Kei di Kabupaten Manokwari. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga Kei untuk berpartisipasi aktif dan menggunakan hak pilihnya secara bijak dalam menentukan pemimpin kerukunan yang baru.
Ia juga menegaskan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam pembangunan, sehingga keterlibatan aktif seluruh warga menjadi kunci kemajuan bersama.
“Ada dua calon ketua yang akan dipilih. Keduanya telah memberikan kontribusi bagi pembangunan Manokwari dan juga bagi warga Kei. Mari kita memberikan kontribusi yang baik dengan memilih secara bijak,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Manokwari, Moses Naraha, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Kei karena selama masa kepemimpinannya tidak dapat berbuat banyak akibat kondisi kesehatan.
“Saya mohon maaf karena sejak dilantik saya sering sakit, sehingga tidak bisa menjalankan tugas secara maksimal,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh warga untuk menghargai siapapun pemimpin yang terpilih nantinya serta menghindari segala bentuk gesekan yang dapat merusak persatuan.
Ketua Panitia Mubes IV Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Manokwari, Aloysius Tawurutubun, menjelaskan bahwa musyawarah ini seharusnya telah dilaksanakan sejak tahun 2020. Namun, pelaksanaannya tertunda akibat pandemi COVID-19, dinamika dan polarisasi politik, serta kondisi kesehatan sejumlah pemimpin.
“Kami melakukan berbagai upaya untuk menyatukan kembali masyarakat, termasuk melakukan kunjungan ke berbagai organisasi dan kelompok agama,” jelasnya.
Menurut Aloysius, Mubes IV bertujuan untuk mengevaluasi program kerja, memperkuat persatuan warga Kei, serta menetapkan keputusan-keputusan organisasi secara beradab dan bermartabat.
“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Mubes IV ini,” tutupnya.
Musyawarah Besar Ke-IV ini menegaskan kembali komitmen masyarakat Kei untuk terus menjaga kerukunan, hidup berdampingan secara damai, serta berkontribusi positif dalam membangun Papua dan Manokwari dengan semangat persatuan dan kebersamaan.
PSR-CP










