MANOKWARI, cahayapapua.id—Badan Pusat Statistik mencatat inflasi (y-on-y) atau secara tahunan pada Agustus 2023, gabungan 2 kota IHK di Provinsi Papua Barat mencapai 4,40%.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Papua Barat Lasmini mengatakan, jika dibandingkan inflasi ini, lebih tinggi dibanding inflasi tahunan Juli 2023 yang sebesar 3,62% dan lebih tinggi dibanding inflasi tahunan Agustus 2022 sebesar 3,14%.
“Inflasi tahunan di Manokwari sebesar 6,40% dan di Kota Sorong sebesar 3,85%,” jelas Lasmini saat menyampaikan rilis di kantornya, Jumat (1/9/2023).
Adapun penyumbang utama inflasi tahunan di Manokwari, adalah komoditas Ikan Cakalang, Beras, Ikan Ekor Kuning, Bensin dan Rokok Kretek Filter.
“Demikian juga penyumbang utama inflasi tahunan di Kota Sorong, adalah komoditas Bensin, Angkutan Udara, Angkutan Dalam Kota, Ikan Kembung dan Beras,” papar Lasmini.
Sementara, penyumbang utama inflasi bulanan di Manokwari, sebut Lasmini, adalah komoditas Ikan Cakalang, Ikan Ekor Kuning, Kacang Panjang, Bayam, dan Ikan Kakap Merah.
Dalam penyumbang utama inflasi bulanan di Kota Sorong adalah komoditas Ikan Ekor Kuning, Kangkung, Daging Ayam Ras, Ikan Cakalang dan Angkutan Udara .
Lasmini menambahkan, dari 90 kota IHK, Manokwari peringkat ke 1 inflasi secara y-on-y mencapai 6,40%. Sedangkan, Kota Sorong peringkat ke 26. Inflasi tahunan terendah terjadi di Jambi mencapai 1,92%.
“Dari 90 Kota IHK mengalami inflasi secara tahunan (y-on-y). Tidak ada Kota yang mengalami deflasi,” tutupnya. (BMB-CP)










