Ekonomi Papua Barat Awal 2026: Inflasi Terkendali, Ekspor Dominan dan Transportasi Tumbuh

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat merilis perkembangan sejumlah indikator strategis daerah pada awal 2026 yang mencakup inflasi, nilai tukar petani, perdagangan luar negeri, pariwisata, transportasi, hingga produksi pangan, Senin (2/3/2026)

‎Kepala BPS Papua Barat, Merry, menyampaikan bahwa data ini menjadi gambaran kondisi ekonomi terkini sekaligus dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah ke depan.

‎Pada Februari 2026, Papua Barat mengalami deflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,65 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,04. Sementara inflasi tahunan (y-on-y) tercatat 5,83 persen.

‎Dari sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 berada pada angka 101,67 atau naik 0,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan capaian tersebut, Papua Barat menempati peringkat ke-9 dari 14 provinsi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).

‎Pada sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Papua Barat Januari 2026 mencapai US$227,20 juta dan didominasi komoditas Bahan Bakar Mineral (HS27). Tiongkok tercatat sebagai negara tujuan utama ekspor daerah ini.

‎Sementara itu, nilai impor pada periode yang sama sebesar US$1,62 juta, sehingga neraca perdagangan Papua Barat masih menunjukkan surplus yang signifikan.

‎Di sektor pariwisata, perjalanan wisatawan nusantara asal Papua Barat pada Januari 2026 mencapai 101.185 perjalanan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat sebesar 35,32 persen dengan rata-rata lama menginap 2,24 hari atau sekitar dua hingga tiga hari.

‎Kinerja transportasi udara juga menunjukkan tren positif. Jumlah penerbangan meningkat 13,95 persen menjadi 1.103 penerbangan. Jumlah penumpang tumbuh 59,63 persen dan volume angkutan barang naik 83,00 persen dibandingkan periode sebelumnya.

‎Untuk sektor tanaman pangan, produksi beras untuk konsumsi pangan tahun 2025 (angka tetap) tercatat sebesar 8,03 ribu ton, sedangkan produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen mencapai 1,30 ribu ton.

‎Merry menegaskan, seluruh indikator tersebut menjadi referensi penting dalam menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Papua Barat yang lebih berkelanjutan. Informasi lengkap dapat diakses melalui laman resmi BPS Papua Barat maupun aplikasi AllStats BPS, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan statistik hari ini untuk arah pembangunan esok hari.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *