Ekspor Papua Barat Capai USD313,43 Juta pada Desember 2025, Neraca Perdagangan Tetap Surplus

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat kinerja perdagangan luar negeri Papua Barat dan Papua Barat Daya pada Desember 2025 menunjukkan tren positif. Nilai ekspor kedua provinsi mengalami peningkatan baik secara bulanan maupun tahunan, sementara neraca perdagangan tetap berada pada posisi surplus.

Statistisi Madya BPS Provinsi Papua Barat, Lasmini, menjelaskan bahwa pada Desember 2025 nilai ekspor Papua Barat mencapai USD313,43 juta, meningkat 15,17 persen secara bulanan (m-to-m) dan 2,46 persen secara tahunan (y-on-y).

“Peningkatan nilai ekspor Papua Barat pada Desember 2025 terjadi baik secara bulanan maupun tahunan, terutama didorong oleh kinerja ekspor sektor migas dan nonmigas yang sama-sama mengalami kenaikan,” ujar Lasmini, pada agenda rilis BPS Provinsi Papua Barat, Senin (2/2/2026).

Berdasarkan sektor, ekspor migas Papua Barat tercatat sebesar USD308,34 juta, meningkat 13,81 persen secara bulanan dan 23,32 persen secara tahunan. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai USD5,09 juta, melonjak 316,74 persen secara bulanan dan meningkat 11,34 persen secara tahunan.

Adapun Nilai ekspor Papua Barat Daya pada Desember 2025 tercatat sebesar USD2,49 juta, meningkat 158,17 persen secara bulanan dan 81,46 persen secara tahunan. BPS mencatat Papua Barat Daya tidak melakukan ekspor migas pada Desember 2024, November 2025, maupun Desember 2025.

“Seluruh ekspor Papua Barat Daya pada Desember 2025 berasal dari sektor nonmigas, sehingga lonjakan nilai ekspor secara bulanan terlihat cukup tinggi,” jelas Lasmini.

Berdasarkan negara tujuan, tiga negara utama tujuan ekspor Papua Barat pada Desember 2025 adalah Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang.

Ekspor ke Korea Selatan tercatat sebesar USD117,13 juta, seluruhnya berupa bahan bakar mineral (HS 27). Sementara ekspor ke Tiongkok mencapai USD94,33 juta, juga didominasi bahan bakar mineral.

Selanjutnya, untuk ekspor ke Jepang tercatat sebesar USD65,37 juta, terdiri dari bahan bakar mineral senilai USD63,32 juta atau 96,87 persen, serta kayu dan barang dari kayu sebesar USD2,05 juta atau 3,13 persen.

Adapun tiga negara utama tujuan ekspor Papua Barat Daya adalah Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat, yang secara keseluruhan menyumbang 83,32 persen dari total ekspor provinsi tersebut. Komoditas utama yang diekspor antara lain ikan dan udang (HS 03) serta perhiasan dan peralatan (HS 71).

Dari sisi impor, Lasmini menyampaikan bahwa tidak terdapat nota pemberitahuan impor barang (PIB) yang masuk ke Papua Barat Daya pada Desember 2025. Sementara itu, nilai impor Papua Barat tercatat sebesar USD4,96 juta, seluruhnya merupakan impor nonmigas.

“Impor Papua Barat pada Desember 2025 seluruhnya berasal dari Australia dan berupa bahan bakar mineral, sedangkan Papua Barat Daya tidak mencatat adanya impor pada periode tersebut,” kata Lasmini.

Seiring dengan peningkatan ekspor dan terbatasnya impor, neraca perdagangan Papua Barat pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar USD308,47 juta, meningkat USD36,33 juta secara bulanan dan USD2,56 juta secara tahunan.

Sementara itu, neraca perdagangan Papua Barat Daya juga mencatat surplus sebesar USD2,49 juta, meningkat USD1,53 juta secara bulanan dan USD5,79 juta secara tahunan. Kondisi ini berbanding terbalik dibandingkan Desember 2024 yang masih mengalami defisit.

“Surplus neraca perdagangan di Papua Barat dan Papua Barat Daya menunjukkan bahwa kinerja ekspor masih lebih kuat dibandingkan impor. Ke depan, penguatan sektor nonmigas perlu terus didorong agar struktur perdagangan daerah semakin seimbang,” pungkas Lasmini.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *