MANOKWARI, cahayapapua.id- Perum Bulog Cabang Manokwari memastikan ketersediaan stok beras dan minyak goreng dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bulog Manokwari, Sheika Irawaty, dalam Rapat SUB Tim Bahan Pokok (Bapok) terkait pemantauan harga dan stok barang kebutuhan pokok serta barang penting di Kabupaten Manokwari, Rabu (4/3/2026).
Dalam paparannya, Sheika Irawaty menyebutkan bahwa stok beras penugasan pemerintah atau beras PSO (Public Service Obligation) yang dikenal dengan beras medium/SPHP saat ini tersedia sekitar 782 ton. Selain itu, terdapat pasokan dalam perjalanan sekitar 1.000 ton dan rencana kedatangan tambahan sebanyak 8.700 ton.
“Jika diakumulasi seluruhnya, total stok beras mencapai sekitar 10.482 ton. Apabila semua terealisasi, maka hingga akhir tahun stok beras di Bulog dipastikan aman,” ungkapnya.
Beras PSO tersebut merupakan beras bersubsidi yang dipasarkan dalam kemasan SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan didistribusikan ke pasar untuk menjaga stabilitas harga.
Selain beras medium, Bulog Manokwari juga memiliki stok beras premium sekitar 62 ton dan gula pasir sebanyak 25 ton.
Untuk komoditas minyak goreng subsidi “Minyakita”, Bulog saat ini memiliki stok sekitar 71.000 liter dan sedang menunggu tambahan pasokan sebanyak 55.000 liter. Sementara itu, stok minyak goreng kemasan komersial (Sanky) tercatat sekitar 18.000 liter.
Bulog juga mendapat penugasan sebagai distributor kedua (D2) Minyakita bersama BUMN lain seperti Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan ID Food. Penugasan tersebut mencakup distribusi 35 persen kuota BUMN untuk minyak subsidi.
Distribusi Minyakita saat ini difokuskan pada pasar SP2KP. Setelah kebutuhan di lokasi tersebut terpenuhi, penyaluran akan diperluas ke RPK serta pasar-pasar seperti Sanggeng dan Borobudur.
Minyakita ditebus dari Bulog dengan harga Rp14.500 per liter dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Bulog juga berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manokwari untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Untuk penugasan beras SPHP, hingga 28 Februari 2026 masih mengacu pada penugasan tahun 2025. Penugasan tahun 2026 resmi dimulai 1 Maret, dengan beberapa penyesuaian aturan teknis. Jika pada tahun sebelumnya pembelian dibatasi dua sak per orang, maka pada Maret 2026 terdapat perubahan ketentuan yang akan segera disosialisasikan kepada mitra dan pengecer melalui proses pendaftaran ulang.
Selain itu, Bulog Manokwari juga menunggu penugasan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari dan Maret. Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima 10 kilogram beras dan dua liter Minyakita. Namun, penyaluran di Manokwari masih menunggu tambahan pasokan minyak goreng.
Secara keseluruhan, Sheika Irawaty memastikan stok kebutuhan pokok di Manokwari dalam kondisi aman dan distribusi akan terus dilakukan sesuai arahan pemerintah guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Idul Fitri.
PSR-CP
















