MANOKWARI, cahayapapua.id- Pemanfaatan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Papua Barat menunjukkan lonjakan drastis dalam sepuluh tahun terakhir. Rata-rata kunjungan harian peserta JKN yang dikelola BPJS Kesehatan Cabang Manokwari kini mencapai 866 kunjungan per hari, meningkat tujuh kali lipat dibanding tahun 2014.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, dr. Dwi Sulistyo Yudo, dalam keterangan resminya mengungkapkan bahwa peningkatan signifikan ini turut mendorong angka kumulatif kunjungan peserta JKN di wilayah Papua Barat hingga mencapai 316 ribu kunjungan sepanjang tahun 2024. Angka tersebut jauh melampaui catatan 2014 yang hanya sebesar 48 ribu kunjungan.
“Dua faktor utama pendorong peningkatan ini adalah bertambahnya jumlah peserta dan perluasan kerja sama dengan fasilitas kesehatan,” ujar Dwi kepada media di Manokwari, Senin (14/7/2025).
Hingga Februari 2025, tercatat ada 91 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 10 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota Papua Barat. FKTP ini mencakup puskesmas, klinik, dan praktik dokter mandiri.
Lebih lanjut, secara nasional, tren peningkatan akses layanan juga terjadi. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyebutkan bahwa jumlah FKTP yang bermitra dengan BPJS secara nasional naik 28 persen dalam satu dekade, dari 18.437 fasilitas pada 2014 menjadi 23.682 pada 2024. Jumlah rumah sakit mitra juga meningkat 88 persen, dari 1.681 menjadi 3.162.
Selama tahun 2024, BPJS Kesehatan mencatat total 673,9 juta pemanfaatan layanan JKN di seluruh Indonesia atau sekitar 1,8 juta pemanfaatan per hari. “Ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN terus tumbuh,” kata Ghufron.
Sebagai bagian dari upaya digitalisasi layanan, BPJS Kesehatan menghadirkan layanan telekonsultasi melalui Aplikasi Mobile JKN yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 17,2 juta peserta di hampir 22 ribu FKTP. Fitur i-Care JKN juga membantu tenaga medis mengakses riwayat pelayanan kesehatan peserta.
Dari sisi keuangan, BPJS Kesehatan mencatatkan aset bersih sebesar Rp49,52 triliun pada akhir 2024. Dana tersebut dinilai cukup untuk menutup estimasi klaim hingga 3,4 bulan ke depan. Sementara hasil investasi mencapai Rp5.395,6 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan.
PSR-CP










