MANOKWARI, cahayapapua.id- Progres persiapan pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Manokwari tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah mencapai sekitar 90 persen dan kini memasuki tahap akhir menjelang keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, Abdul Safar Ollong, mengatakan seluruh tahapan persiapan telah dilakukan sejak tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah membentuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) melalui Surat Keputusan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manokwari.
Sejak pembentukan panitia, persiapan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemberitahuan kepada calon jemaah, pengumpulan dokumen persyaratan, hingga pelunasan biaya.
“Seluruh tahapan sudah selesai dan jemaah dinyatakan siap untuk diberangkatkan,” ujar Abdul Safar kepada media di Manokwari, Rabu (22/4/2026).
Jumlah jemaah haji asal Manokwari tahun ini tercatat sebanyak 88 orang, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 164 orang.
Menurut Abdul Safar, penurunan tersebut dipengaruhi oleh sistem daftar tunggu (waiting list) yang mengatur pemberangkatan berdasarkan urutan pendaftaran.
“Pemberangkatan jemaah dilakukan sesuai nomor porsi, sehingga jumlah setiap tahun bisa berbeda,” jelasnya.
Dalam hal pembinaan, manasik haji telah dilaksanakan sebanyak lima kali sesuai ketentuan pemerintah pusat dan telah selesai pada Februari 2026.
Selain itu, perlengkapan jemaah seperti seragam batik juga telah dibagikan kepada masing-masing jemaah untuk dipersiapkan sebelum keberangkatan.
Untuk jadwal, pelepasan jemaah tingkat Kabupaten Manokwari akan dilaksanakan pada 5 Mei 2026, kemudian dilanjutkan pelepasan tingkat Provinsi Papua Barat pada 6 Mei 2026.
Jemaah dijadwalkan berangkat ke embarkasi pada 7 Mei, tiba di Makassar pada 8 Mei, dan selanjutnya diberangkatkan ke Jeddah pada 9 Mei 2026.
Jemaah haji Manokwari tergabung dalam kloter 25 dan termasuk dalam gelombang kedua dari embarkasi Makassar.
“Seluruh jadwal keberangkatan tersebut telah disusun secara sistematis oleh pemerintah pusat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk DPR RI dan maskapai penerbangan agar jemaah bisa tiba tepat waktu di Arab Saudi,” katanya.
Puncak pelaksanaan ibadah haji atau wukuf di Arafah dijadwalkan pada 9 Zulhijjah atau sekitar 27 Mei 2026.
Dari sisi kesehatan, seluruh jemaah telah menjalani pemeriksaan dan vaksinasi sesuai ketentuan, termasuk vaksin meningitis, polio, dan COVID-19.
”Tim kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit turut dilibatkan untuk memastikan kondisi jemaah, termasuk pendataan serta rekomendasi obat-obatan sesuai riwayat penyakit masing-masing, “tambahnya
Secara keseluruhan, persiapan pemberangkatan jemaah haji Kabupaten Manokwari telah berjalan dengan baik dan kini memasuki tahap akhir, yakni pendistribusian koper kepada jemaah menjelang pelepasan.
PSR-CP
















