Ribuan Jemaat Ikuti Ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Imanuel Sanggeng ‎

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Ribuan jemaat mengikuti ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Imanuel Sanggeng, Manokwari, Jumat (3/4/2026).

‎Rangkaian ibadah dimulai sejak pukul 15.00 WIT dan berlangsung khidmat sebagai bagian dari perayaan Paskah umat Kristiani.

‎Dalam ibadah tersebut, jemaat juga mengikuti prosesi penghormatan dan penciuman salib yang menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan wafat Yesus Kristus. Prosesi ini berlangsung dengan penuh penghayatan, didampingi para misdinar yang bertugas membawa salib dan lilin selama rangkaian liturgi.

‎RP Philipus Sedik, OSA menyampaikan bahwa perayaan Jumat Agung terdiri dari tiga bagian utama, yakni liturgi Sabda atau Firman Tuhan, penghormatan atau penciuman salib, serta komuni.

‎Ia menjelaskan, makna Jumat Agung tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Minggu Palma, ketika Yesus memasuki Kota Yerusalem dan disambut dengan sorak-sorai penuh sukacita oleh masyarakat.

‎Namun, menurutnya, orang-orang yang sama kemudian berubah dan berseru, “Salibkan Dia, salibkan Dia.”

‎Peristiwa tersebut, kata dia, menjadi refleksi bagi kehidupan manusia yang kerap mudah berubah dan mengikuti suasana hati.

‎Ketika menerima berkat, manusia bersukacita dan memuji Tuhan, tetapi saat menghadapi kesulitan dan tantangan, manusia cenderung menyalahkan Tuhan karena merasa tidak ditolong atau tidak dijawab doanya.

Ia menegaskan bahwa manusia sering kali tidak mampu bertahan dalam kebaikan dan kebenaran, serta lebih mudah mengikuti keinginan pribadi yang tampak lebih menarik.

‎“Manusia mudah tergoda dan jatuh dalam hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tema Paskah tahun ini diambil dari Injil Matius 5:16, yakni agar setiap orang melihat perbuatan baik yang dilakukan dan memuliakan Bapa di surga.

‎Oleh karena itu, umat diajak untuk tetap setia dalam melakukan kebaikan dan hidup dalam kebenaran sebagai wujud iman kepada Tuhan.

‎Dalam pesannya, ia juga mengajak umat untuk tetap setia memikul salib kehidupan, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti sakit, pergulatan hidup, maupun tanggung jawab perutusan.

‎“Semoga setiap kita yang sedang memikul salib yang berat tidak tergoda untuk melepaskannya, sebab Tuhan sendiri turut memikul salib kita,” tuturnya.

‎Ia pun mengajak umat untuk berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan iman sebagai anak-anak-Nya.

‎Selain itu, pelayanan komuni kepada umat juga dibantu oleh prodiakon yang mendampingi imam dalam membagikan hosti kudus.

‎Ibadah berlangsung tertib dan lancar, didukung pengamanan dari pihak kepolisian yang turut membantu pengaturan lalu lintas di sekitar Gereja Katolik Imanuel Sanggeng.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *