MANOKWARI, cahayapapua.id- Rektor Universitas Caritas Indonesia, Robert K. R. Hammar, menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikannya dalam momentum wisuda perdana Universitas Caritas Indonesia di Manokwari, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, dunia yang akan dihadapi para lulusan ke depan merupakan ruang yang penuh tantangan, sehingga membutuhkan keberanian, integritas, dan ketekunan dalam menjalaninya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan yang diraih para lulusan merupakan hasil dari proses panjang yang tidak mudah, sehingga harus dimaknai sebagai bekal untuk melangkah lebih jauh.
“Keberhasilan ini bukan hanya tentang capaian akademik, tetapi tentang bagaimana saudara mampu bertahan dan terus maju menghadapi tantangan,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut mahasiswa Universitas Caritas Indonesia juga telah menunjukkan kapasitasnya melalui berbagai prestasi, baik dalam kompetisi akademik maupun non-akademik di tingkat regional dan nasional.
Rektor mengingatkan agar para lulusan tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
“Jangan hanya menjadi orang yang pintar, tetapi jadilah pribadi yang berdampak,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sejati tidak diukur dari seberapa cepat seseorang mencapai tujuan, melainkan dari kemampuan bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kegagalan bukanlah akhir, tetapi bagian dari proses menuju keberhasilan,” katanya.
Menurutnya, nilai integritas harus menjadi pegangan utama bagi setiap lulusan dalam menjalani kehidupan, baik di dunia kerja maupun di tengah masyarakat.
Ia berharap para lulusan mampu membawa perubahan positif, khususnya di Papua Barat, dengan memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh selama masa pendidikan.
Mengakhiri pesannya, Rektor mengajak seluruh lulusan untuk melangkah dengan semangat pengabdian dan tanggung jawab.
“Pergilah bukan hanya untuk mencari kehidupan, tetapi untuk menciptakan perubahan,” tutupnya.
PSR-CP
















