MANOKWARI, cahayapapua.id- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Pemberdaya Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) di Manokwari, Jumat (7/3/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah guna meningkatkan perekonomian keluarga.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) Tahun 2026 di Provinsi Papua Barat. Kegiatan dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Salafiyah Manokwari dan diikuti lebih dari 310 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM perempuan serta ibu rumah tangga.
Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengatakan perkembangan era digital yang semakin pesat turut memunculkan berbagai tantangan bagi masyarakat, khususnya terkait rendahnya literasi keuangan.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan investasi ilegal.
“Kita juga dihadapkan pada maraknya fenomena yang menawarkan investasi ilegal dengan cara flexing harta kekayaan,” ujar Budi.
Ia menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan serta berinvestasi pada produk jasa keuangan yang legal dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPUMI Provinsi Papua Barat, Prima Aggraeni, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan literasi keuangan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dalam memperkuat kapasitas perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus pelaku usaha.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah serta memperluas akses perempuan terhadap produk dan layanan keuangan yang aman dan legal.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan inklusi keuangan, pada kegiatan tersebut juga dilakukan pembukaan 250 rekening tabungan emas bagi para peserta.
OJK juga menegaskan akan terus memperluas dan memperkuat program literasi serta inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat.
Upaya tersebut menyasar pelajar, pelaku UMKM, serta masyarakat umum guna mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan.
PSR-CP










