MANOKWARI, cahayapapua.id- Sebanyak 10 pelajar perwakilan SMA asal Manokwari berhasil membawa pulang medali emas di ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2024 di Balai Diklat Industri Denpasar, Bali. ISIF adalah kompetisi inovasi antarpelajar dari berbagai negara.
Pelajar Manokwari tergabung dalam Tim Papua Bisa. Tim ini diwakili oleh pelajar dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Katolik Vilanova, dan SMA Taruna Kasuari Nusantara.
Mereka berhasil meraih medali emas dengan kategori Environmental Science dan Life Science. Mereka juga mendapat penghargaan NWERA Special Award dan IYSA Grand Award.
Selain itu, dari kategori tersebut masing-masing diwakilkan oleh lima orang pelajar. Di antaranya kategori Environmental Science (Tim 1) diikuti oleh Ekandre Kimber (SMAN Taruna Kasuari Nusantara), Ade Jayden (SMA N 1 Manokwari), Immanuela Kezia Yahui (SMA N 1 Manokwari), Kayla Gadiza Walla (SMA N 1 Manokwari) dan Nemezio (SMA Khatolik Vilanova).
Sedangkan dari kategori Life Science (Tim 2) diikuti oleh Yisrael Rumadas (SMA N 1 Manokwari), Evelin Payungallo ( SMA N 1 Manokwari), Salsabila Soraya (SMA N 1 Manokwari), Agrielycia Pondan (SMA N 2 Manokwari) dan Bherlind Tangdiaga (SMA N 2 Manokwari).
Untuk Kategori Environmental Science (Tim 1) yang diketuai oleh Immanuela Kezia Yahui, menjelaskan bahwasanya mereka melakukan penelitian selama 7 bulan, mengenai efek parameter air terhadap perkembangan bio parasit pada Meretrix meretrix (kerang tahu) yang ada di perairan Wosi.
“Kami bawakan data ke sana mengenai parasit yang sudah menginfeksi kerang ini. Dengan adanya parasit ini dapat mengancam populasi kerang ini juga lingkungan disekitarnya, bahkan mata pencarina warga sebagai nelayan,” jelas Immanuela saat dijumpai awak media, Rabu (13/11/2024) di aula SMA Negeri 1 Manokwari.
Dari hasil penelitian ini tim 1 berhasil menerima WERA Special Award yang diberikan oleh Romania atas penelitian dan materi yang dirasa sangat menarik.
Sementara itu, dengan kategori Life Science (Tim 2) yang diketuai oleh Salsabila Soraya, melakukan penelitian terkait dengan tumbuhan asal Papua yakni tanaman Kayu Akway.
“Tanaman ini biasanya akan dikonsumsi langsung oleh masyarakat papua, namun didalam produk kami membuat kopi dengan bahan kayu Akway yang mana bisa meredakan hipertensi dan mencegah struk,” ujarnya.
Ia menyampaikan, penelitian yang dilakukan terinspirasi dari kasus yang pernah terjadi di Papua pada tahun 2021. Di mana kasus Hipertensi sangat meningkat.
Dengan demikian penelitian ini bermaksud untuk mencegah kembalinya hipertensi di Papua.
“Di sini kita menggunakan kopi arabika dari Wamena,” tuturnya.
Ia juga berharap kemenangan yang diperoleh dapat memotivasi banyak anak-anak muda Papua serta membuktikan bahwasanya dengan kerja keras juga tidak ada yang tidak mungkin.
“Yang kami pikirkan ketika ada di sana, kami percaya bahwa papua atau anak-anak papua bisa ikut komputasi bukan hanya di tingkat nasional tapi internasional, “ungkapnya.
Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda Mandobar, menyampaikan sekolahnya telah tergabung di dalam Tim Papua Bisa Manokwari ini sejak awal 2019. Sehingga sampai dengan hari ini berarti ini tim ke-7 yang dikirimkan dari seluruh Tim Papua Bisa Manokwari.
“Dan bagi saya semua anak itu cerdas, karena kecerdasan itu macam-macam. Inilah mengapa kami memberikan ruang yang sebesar-besarnya bagi semua anak untuk berekspresi khusus dengan mengikuti berbagai perlombaan,” ucapnya.
Apresiasi juga ia berikan kepada 10 pelajar yang telah menunjukkan semangat juang dan prestasi yang luar biasa. Tentunya prestasi ini akan menjadi inspirasi bagi pelajar-pelajar lainnya.
PSR-CP
















