MANOKWARI, cahayapapua.id – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Sorong melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Manokwari, Senin (10/5/2024). Kunjungan ini dipimpin langsung Ketua DPRK Sorong, Habel Yadafel, bersama Ketua Komisi B, Rasimin.
Ketua Komisi B DPRD Sorong, Rasimin, menyatakan tujuan kunjungan ini untuk berbagi informasi terkait pendapatan asli daerah (PAD) di Manokwari. Salah satu fokus utama adalah kontribusi PAD dari pabrik Semen Concrete.
“Kontribusinya terhadap Kabupaten Manokwari, PAD seperti apa, berapa besarnya, berapa persen, dan lain sebagainya. Kenapa kami tanyakan itu karena kami juga di Kabupaten Sorong nanti ada akan ada pabrik batu bara dan juga ada kelapa sawit,” ujarnya.
Selain itu, Rasimin mengungkapkan pihaknya mendengar Bapenda Manokwari mendapatkan penghargaan tingkat nasional dalam pengelolaan PAD. Diskusi juga mencakup topik lain, seperti nilai NJOP dalam sertifikat tanah yang sering lebih rendah dibanding harga jual di pasaran.
“Kemudian juga ada hal-hal lain tadi sempat kami tanyakan, seperti dalam satu sertifikat tanah itu nilai NJOP kecil, tapi harga jualnya mahal sehingga ini perlu dibicarakan di sisi pemerintahan untuk mengambil kebijakan. Apakah kita ikut harga yang paling bawah sesuai NJOP atau ikut harga pasaran. Di Manokwari menyampaikan bahwa kita sebagai pemerintah daerah harus pandai-pandai melihat harga pasar di zona tersebut sehingga pajak yang masuk ke daerah itu betul-betul maksimal,” jelasnya.
Rasimin juga mengapresiasi sistem penarikan PAD di Manokwari yang sangat luar biasa meskipun ada beberapa kendala teknis.
“Sebenarnya kami juga sudah bekerja sama dengan KPK, cuman ada keterbatasan alat monitoring yang kami terapkan di rumah-rumah makan dan sering terkendala error,” ujarnya.
Kepala Bapenda Manokwari, Sius Nario Yenu, menyampaikan sudah beberapa kali sejumlah instansi melakukan studi banding di Manokwari. Namun, ini adalah pertama kalinya dari Sorong melakukan diskusi terkait PAD.
“Dari hasil diskusi, banyak yang mereka dapatkan dan mereka timba dari Bapenda Manokwari untuk langkah mereka ke depan di sana, yang kemudian akan diterapkan untuk peningkatan PAD,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan kepada DPRK Sorong tentang proses pendataan, pendaftaran, hingga mekanisme pembayaran pemungutan pajak dan retribusi daerah.
PSR-CP
















