Waterpauw: Melalui Fordasi, Kita Bicara Seperti Apa Kekhususan dan Keistimewaan ke Depan

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id—Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw menyatakan, pentingnya membicarakan seperti apa kekhususan dan keistimewan yang dimiliki oleh sejumlah provinsi di Indonesia.

Menurutnya, melalui kebijakan desentralisasi, negara hadir dan telah memberikan kewenangan lebih kepada 9 provinsi. Tidak semua provinsi memiliki kekhususan dan keistimewaan. Sehingga apa yang dimiliki ini mesti diperkuat demi kemajuan dan perkembangan daerah.

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw saat meninjau salah satu stand pada pameran otonomi khusus yang dibuka pada pelaksanaan Rakor Fordasi
Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw saat meninjau salah satu stand pada pameran otonomi khusus yang dibuka pada pelaksanaan Rakor Fordasi. Foto : Hafsah

“Kita punya kekhususan dan keistimewaan, keistimewaan dan kekhususan apa yang mau kita pikirkan ke depan,” ujarnya saat memberikan keterangan pers usai memimpin apel yang dilanjutkan dengan membuka pameran Otonomi Khusus dalam rangka Rakor Fordasi, Senin (25/9/2023)

Provinsi Papua Barat dipercayakan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Desentralisasi Asimetris (Fordasi) Tahun 2023. Rakor ini, akan berlangsung selama 2 hari (26-27 September).

“Saya pikir forum nasional ini sangat baik di dalamnya mempunyai tujuan untuk melakukan koordinasi terkait dengan berbagai hal dan isu-isu pembangunan ataupun perkembangan kehidupan bersama,” kata Waterpauw.

Adapun sembilan daerah yang diberikan kekhususkan dan keistimewaan, yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Nanggro Aceh Darussalam, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

“Sekarang ada 9 provinsi yang menjadi desentralisasi, ini tentu nanti ada tantangan yang kita punyai. Kita cari adalah solusi dalam memaknai keberadaan kita di dalam daerah otonomi desentralisasi. Ada daerah istimewa khusus, Jakarta, Yogyakarta, dan Aceh. Kita dipaksa, ini otomatis khusus,” ujarnya lagi.

Rakor Fordasi ini, lanjut Waterpauw, menjadi ajang berbagi antara daerah desentralsiasi satu dengan yang lainnya.

“Di antaranya adalah kita akan kontrakan isu-isu strategis, saya pikir kita sudah bahas. Mudah-mudahan di sisi waktu yang ada teman-teman dari porovinsi yang sudah hadir duluan kita ajak bicara. Bagaimana pikiran, konsep-konsep dari daerah masing-masing yang bisa kita tuangkan dalam sebuah atau semacam pernyataan bersama atau deklarasi begitu,” ungkapnya.

“Misalnya bagaimana upaya kita bersama mengendalikan inflasi, bagaimana kita bersama menangani stunting, berbagi pengalaman menangani kemiskinan ekstrem atau kemiskinan. Juga bagaimana meningkatkan daya saing di dalam daerah, produk masing-masing,” imbuhnya.

Waterpauw menambahkan, daerah yang sudah maju dan lebih bagus bisa sharing pengalaman dalam rangka kerja sama untuk memanfaat ruang kekhususan yang dimiliki. Dicontohkan, Yogyakata misalnya berhasil dalam mendukung eksistensi sektor UMKM dan pariwisata.

“Juga soal bagaiman peningkatan pangan, stok pangan.  Ingat presiden telah memberi warning bahwa negara penghasil bahan pokok sudah mengunci diri untuk tidak mengekspor bahan pokok di negaranya termasuk ke Indonesia, ini di antara isu-isu yang juga akan kita bahas bersama selama 2 hari ke depan dan akan dipandu oleh nara sumber dari Kemendagri,” pungkasnya. (BMB-CP)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *