Puluhan Mahasiswa Unipa Magang di Sejumlah Kementerian di Jakarta

MANOKWARI, cahayaapapua.id—Sedikitanya 20 mahasiswa Unipa terpilih mengikuti program magang selama 2 bulan di empat kementerian, yakni Kemendagri, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Desa PDTT, serta Kementerian Pertanian.

Puluhan mahasiswa ini terseleksi dari 10 Fakultas yang ada di Unipa, yakni Fakultas Pertanian, Teknologi Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Kemudian, Fakultas Sastra dan Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Imu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

“Jadi mereka akan magang 2 bulan di empat kementerian dan satu bulan di desa simetris di Yogyakarta. Mereka adalah anak-anak asli Papua yang IPK-nya di atas 2,75,” Ungkap Wakil Rektor I, Sepus Fatem usai kegiatan pembekalan magang mahasiswa, Senin (14/8/2023)

Kegiatan pemagangang mahasiswa ini, merupakan bagian dari kerja sama Unipa dengan USAID kolaborasi, dengan memberikan sejumlah pengalaman dan bentuk karakter sikap. Tapi juga soft skill dan hard skill.

“Kita menyambut baik program ini karena bagian dari mempersiapkan anak-anak ini khususnya mahasiswa Unipa sebagai local champion atau calon pemimpin masa depan di Papua,” ujarnya

Dosen Pembimbing Lapangan

Dalam program magang ini juga ada dosen pembimbing lapangan (DPL) yang akan bertugas membimbing, mengarahkan dan juga mendampingi para mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan di empat kementerian dan desa simetris.

Fatem menjelaskan, selama magang di kementerian mahasiswa akan mempelajari terkait dengan sistem perencanaan pembangunan, otonomi daerah dan kewenangan pemerintah dalam regulasi.

“Sedangkan desa asimetri di Yogyakarta, mereka mempelajari bagaimana pengelola kampung-kampung di Yogja menggunakan dana otonomi khusus provinsi Yogyakarta,” katanya.

Kegiatan magang yang dilakukan, lanjut Fatem, setara dengan 20 SKS yang mesti didapat oleh mahasiswa dalam 3 sampai 4 semester perkuliahan.

“Jadi 20 SKS yang biasanya mereka dapat di 3 sampai 4 semester itu hanya mereka akan dapat di satu semester lewat program magang ini. Kita berharap ini bisa membantu mempercepat proses mereka bisa ada yang 3 tahun ataupun 4 tahun. Secara internal Unipa sudah melaksanakan rapat  menetapkan prosedur rekognisi atau pengakuan SKS mereka,” tuturnya.

Menjadi Local Champion

Fatem berharap setelah kembalinya, para mahasiswa bisa menjadi lokal champion di fakultas prodi.

Juga menjadi contoh bagaimana seorang mahasiswa yang diberikan kesempatan belajar keluar kemudian memahami bahwa menjadi mahasiswa itu perlu membekali diri dengan pengetahuan terkait dengan bidang ilmunya. Tetapi juga terkait dengan bidang orang lain.

“Hari ini orientasi di perguruan tinggi tidak hanya ke hard skill, dunia kerja tidak hanya melihat dari sisi kemampuan teori tapi juga bagaimana integrasi, kemudian sikap emosional serta hubungan baik dengan lembaga-lembaga. Terlebih mereka menjadi contoh yang akan ditularkan ke adik-adik mereka untuk program ini beberapa tahun ke depan,” ungkap Fatem.

Salah seorang mahasiswa, Raema Karubui mengatakan, kegiatan ini merupakan kesempatan yang besar dan luar biasa, untuk mahasiswa karena dari banyaknya mahasiswa mereka yang terpilih.

“Nilai plusnya, magang ini juga sekaligus dengan KKN dan nilainya mencapai 20 sks, “tutur mahasiswa semester 7 ini. (PSR-CP)