Unipa Menjadi yang Pertama di Papua Magangkan Mahasiswa di Sejumlah Kementerian

MANOKWARI, cahayapapua.id—Universitas Papua (Unipa) menjadi yang pertama di Tanah Papua yang melaksanakan kegiatan magang di sejumlah kementerian di Jakarta.

Ketua Program USAID Kolaborasi Caroline Tupamahu, Senin (14/8/2023) mengungkapkan, kegiatan magang ini diikuti oleh sebanyak 20 mahasiswa yang dipilih melalui tahapan seleksi.

Kegiatan ini sejalan dengan beberapa pilar besar yang dicapai USAID Kolaborasi selama 5 tahun.

Pilar-pilar besar USAID Kolaborasi, yaitu untuk peningkatan kapasitas dari perencanaan pemda, adanya modul dan juga kurikulum untuk peningkatan kapasitas pemda, bagaimana peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan dukungan untuk pendidikan dan pelatihan

“Dukungan untuk pendidikan dan pelatihan ini yang kemudian kita pembentukan SDG center di Unipa untuk sarana kerja sama USAID Kolaborasi dengan Unipa dan juga magang mahasiswa yang sekarang ini dilakukan,“ jelas Caroline.

Sebanyak 20 mahasiswa Unipa akan dikirim magang selama 3 bulan. Bulan pertama mereka akan dibagi ke 4 kementerian, yaitu Kementerian Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian desa dan Transmigrasi dan Kementerian Pertanian.

“Selama 2 bulan mereka mereka akan lihat bagaimana cara kerjanya kementerian dan seperti apa,“ ujar Caroline

Sedangkan 1 bulan terakhir, lanjutnya, mahasiswa akan magang di desa simetris seperti yang ada di Papua yaitu desa di Yogyakarta. Mereka akan mempelajari budayanya, apa yang harus mereka ingat, apa yang harus dilaksanakan serta apa yang jangan pernah dilaksanakan.

“Mudah-mudahan mereka bisa melihat pembangunan disana prosesnya seperti apa dan setidaknya membangun karakter. Jadi tidak hanya belajar dari kampus ilmu-ilmu. Tapi juga mereka bisa melihat kalau saya pergi di Kementerian kayak begini,” tuturnya.

Dengan pengetahuan yang didapatkan melalui mangang tersebut, tambah Caroline, mahasiswa mungkin setelah kembali bisa membangun karakter soal bagaimana kalau berada di rumah orang atau di wilayah Indonesia yang lain bagaimana.

“Mudah-mudahan bahwa setelah mereka terlibat magang 3 bulan ini mereka bisa lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan,“ ucapnya berharap.

Progrgam magang melalui kerja sama Unipa dan USAID Kolaborasi, ini soal bagaimana anak-anak mahasiswa itu, karakter building-nya akan terbangun. Dan bisa kembali dengan rencana-rencana yang ada supaya bisa ikut menyukseskan pembangunan di Papua.

“Dalam proses magang masing-masing mahasiswa akan diberi sertifikat,” imbuh Caroline. (PSR-CP)