Tiga Pekan Berlalu, Keluarga Korban Pemukulan di Pantai Petrus Kafiar Desak Pelaku Ditangkap

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Tiga pekan pascakejadian pemukulan yang menewaskan Fitra Ramadhan (17) di Pantai Petrus Kafiar, Amban, keluarga korban mendesak pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran.

‎Hingga kini, duka mendalam masih menyelimuti keluarga atas kepergian Fitra yang meninggal dunia dalam kondisi tragis, dengan luka patah leher dan patah tangan kiri.

‎“Kami keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal dengan perbuatannya,” ujar Abrin, kakak sulung korban, saat ditemui di kediamannya, Selasa (24/3/2026).

‎Keresahan keluarga kian bertambah karena hingga tiga pekan pascakejadian, pelaku belum juga tertangkap. Keluarga bahkan telah beberapa kali mendatangi Mapolresta Manokwari guna menanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut.

‎Abrin mengungkapkan, pihak kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku dan masih melakukan pengejaran. Namun, informasi tersebut diperoleh dari anggota yang bertugas.

Ia menyebutkan, informasi tersebut bukan disampaikan langsung oleh Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan maupun Kasat Reskrim AKP Agung G. Samosir kepada pihak keluarga.

‎“Kami berharap korban perempuan yang bersama almarhum bisa kooperatif dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya agar kasus ini segera terungkap,” katanya.

‎Pihak keluarga, lanjut Abrin, tetap mendukung upaya kepolisian, namun berharap kasus ini mendapat perhatian serius sebagaimana penanganan kasus lain yang dapat diungkap dengan cepat.

‎Selain itu, Abrin juga meluruskan sejumlah informasi yang beredar di media sosial yang dinilai tidak sesuai fakta dan justru menambah luka keluarga.

‎Ia menjelaskan, pada hari kejadian, Fitra pamit kepada ibunya untuk berbuka puasa bersama teman-temannya di salah satu rumah makan di kawasan Manokwari City Mall, sekitar pukul 17.00 WIT.

‎“Informasi yang beredar bahwa adik saya sudah berada di Pantai Petrus Kafiar sejak pukul 16.00 itu tidak benar. Dari rekaman CCTV, dia keluar rumah sekitar pukul 17.00 karena sempat bakar ikan untuk buka puasa di rumah,” jelasnya.

‎Abrin juga membantah isu negatif yang menyebut korban melakukan tindakan tidak senonoh di lokasi kejadian.

‎“Dari hasil visum yang kami terima, tidak ada pelecehan. Adik saya dikenal sebagai anak yang baik, baik di sekolah maupun di lingkungan,” tegasnya.

‎Atas peristiwa ini, keluarga berharap kasus tersebut mendapat perhatian penuh dari jajaran kepolisian, baik di tingkat Polresta Manokwari maupun Polda Papua Barat.

‎“Kami berharap pihak kepolisian tidak kendor dan terus mengejar pelaku. Kalau bisa secepatnya ditangkap agar keluarga merasa tenang,” pungkasnya.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *