JAYAPURA, cahayapapua.id- Upaya pencegahan stunting terus didorong melalui pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi. PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura menggelar pelatihan pengolahan pangan lokal bagi kader posyandu di Pantai Base-G, Jayapura, Sabtu (22/2/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program CSR Posyandu Berdaya Imbi ini menghadirkan aktivis pangan lokal yang dikenal sebagai Charles Toto atau Papua Jungle Chef.
Pelatihan difokuskan pada penanganan stunting akibat kekurangan gizi dengan pendekatan inovasi pangan berbasis bahan lokal yang mudah dijangkau masyarakat.
“Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari. Dengan kreativitas, bahan yang ada di sekitar rumah seperti sayur lilin dan keladi bisa menjadi hidangan yang disukai anak-anak,” ujar Charles.
Dalam demonstrasinya, Charles mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian modern seperti Sushi Keladi. Keladi tumbuk digunakan sebagai pengganti nasi dengan indeks glikemik rendah, daun gedhi sebagai pengganti nori yang kaya antioksidan, serta isian berupa sayur lilin, alpukat, dan aneka ikan sebagai sumber protein dan lemak sehat.
Menurutnya, bahan-bahan tersebut mudah diperoleh masyarakat sehingga dapat menjadi alternatif menu bergizi dalam keluarga.
Pelatihan ini juga membekali para kader posyandu dengan keterampilan yang nantinya diteruskan kepada masyarakat, khususnya untuk mendukung Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak sekolah usia 5-9 tahun, remaja, maupun lansia.
Kader Posyandu Cenderawasih, Heni Purwati, mengaku selama ini pihaknya kerap mengalami kesulitan dalam mengolah ikan karena aroma amis yang membuat anak-anak kurang menyukainya.
“Biasanya sudah diolah macam-macam tetap ada bau amis, anak-anak jadi kurang tertarik. Tapi tadi saat demo masak, kami belajar teknik baru yang membuat olahan ikan tidak amis dan anak-anak langsung suka,” ujarnya.
Sementara itu, IT Manager Jayapura, James W. Muabuay, menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya sebatas pelatihan memasak, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya kuliner Papua melalui inovasi pangan lokal.
“Kehadiran Papua Jungle Chef diharapkan dapat menginspirasi ibu-ibu dan kader posyandu agar semakin kreatif mengolah pangan lokal. Kami meyakini pemenuhan gizi berkualitas merupakan fondasi membangun generasi Jayapura yang sehat dan unggul,” kata James.
Pertamina Patra Niaga berharap Program Posyandu Berdaya Imbi dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kelurahan Imbi.
PSR-CP










