MANOKWARI, cahayapapua.id- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua Barat menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada Sabtu (13/12/2025) sebagai momentum konsolidasi strategis partai dalam mempersiapkan langkah politik menghadapi Pemilu 2029.
Muswil tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPP PKB sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, yang memberikan apresiasi atas kinerja DPW PKB Papua Barat di tengah dinamika pemekaran wilayah.
Nihayatul mengungkapkan bahwa pasca pemekaran menjadi Papua Barat dan Papua Barat Daya, sempat muncul kekhawatiran melemahnya kekuatan PKB di Papua Barat. Namun, di bawah kepemimpinan Ketua DPW PKB Papua Barat Iskandar Tassa, kekhawatiran tersebut terbukti tidak terjadi.
“Jumlah kursi di tingkat provinsi berhasil diraih sebanyak tiga kursi, sementara di tingkat kabupaten meningkat menjadi sembilan kursi. Ini adalah capaian yang luar biasa,” ujar Nihayatul.
Menurutnya, pemekaran wilayah justru menjadi peluang yang mendorong kemajuan Papua Barat sekaligus memperkuat eksistensi PKB. Karena itu, ia menegaskan agar capaian tersebut tidak berhenti pada hasil saat ini.
“Jangan hanya berhenti di sini. Target minimal kita pada 2029 adalah 15 kursi,” tegasnya.
Nihayatul menambahkan, keberhasilan PKB tidak terlepas dari dukungan jejaring, kerja sama, dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah serta partai politik lainnya.
“Ke depan, kita harus terus bekerja bersama dan bergandengan tangan agar seluruh program benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan Gubernur Papua Barat, Asisten I Sekda Papua Barat Syors Alberth Ortisanz Marini, menilai Musyawarah Wilayah sebagai forum strategis dalam kehidupan berdemokrasi dan berorganisasi.
Menurutnya, PKB Papua Barat selama ini telah menunjukkan peran strategis sebagai partai dengan basis massa yang kuat dan ideologi yang jelas, serta berkontribusi nyata dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
“Melalui Muswil ini, saya berharap PKB Papua Barat semakin solid dan mampu menjadi mitra konstruktif pemerintah dalam mewujudkan Papua Barat yang maju, sejahtera, dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana kekeluargaan dalam musyawarah serta menjadikan perbedaan pendapat sebagai kekuatan dalam berdemokrasi.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Papua Barat, Iskandar Tassa, menegaskan bahwa Muswil ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum penting untuk menguatkan konsolidasi partai dan mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029.
Muswil tersebut bertujuan merumuskan kebijakan strategis sekaligus mengonsolidasikan kekuatan partai dari tingkat wilayah hingga ranting.
Iskandar menambahkan, PKB berkomitmen meningkatkan kualitas kader melalui pelatihan kepemimpinan, pendidikan politik, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Penguatan kaderisasi diharapkan mampu melahirkan pemimpin berkualitas, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di Papua Barat.
Selain itu, PKB juga berupaya menghadapi tantangan politik seperti polarisasi dan pragmatisme dengan memperkuat mekanisme pengawasan internal guna mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Musyawarah ini menjadi momentum strategis untuk membangkitkan semangat perjuangan kader, khususnya generasi muda, serta menata kembali struktur organisasi,” tegas Iskandar.
Melalui Muswil ini, PKB menegaskan perannya sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam memperjuangkan aspirasi rakyat melalui rekrutmen politik yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan publik.
PSR-CP










