KSDA Papua Barat Daya Fokus Benahi Fasilitas TWA Gunung Meja Sebelum Promosi Wisata

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat yang kini telah berganti nama menjadi Balai Besar KSDA Papua Barat Daya, sedang memfokuskan pengembangan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja, Manokwari, pada pembenahan dan penyediaan fasilitas pendukung sebelum melakukan promosi wisata secara luas.

Kepala Resort Taman Wisata Alam Gunung Meja, Warto Sapan, mengatakan seluruh program pengembangan kawasan masih disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

“Saat ini kami masih menyesuaikan seluruh program pengembangan dengan anggaran DIPA yang tersedia. Prioritas utama kami adalah pembenahan fasilitas,” ujar Warto kepada awak media saat mendampingi wisatawan domestik mengunjungi TWA Gunung Meja, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya telah merancang sistem tiket masuk kawasan sejak tahun 2024 dan telah melakukan sosialisasi pada tahun yang sama. Namun, sistem tersebut belum dipromosikan secara luas karena fasilitas di kawasan wisata belum sepenuhnya memadai.

“Promosi belum kami lakukan secara masif karena kami ingin memastikan fasilitasnya siap terlebih dahulu,” jelasnya.

Warto menyebutkan, TWA Gunung Meja memiliki sejumlah potensi wisata yang cukup menjanjikan. Di antaranya wisata pengamatan burung (birding), khususnya jenis kakaktua, wisata sejarah berupa Tugu Jepang, serta gua alam yang saat ini sedang diupayakan untuk dikembangkan.

“Kami juga berupa untuk pengembangan potensi Camping, namun harus kami akui fasilitas pendukungnya masih terbatas,” katanya.

Terkait potensi birding dan keberadaan satwa, Warto menjelaskan bahwa beberapa tahun lalu pihak KSDA juga telah melakukan pelepasanliaran satwa. Satwa-satwa tersebut merupakan hasil sitaan maupun temuan dari pelabuhan, bandara, serta yang ditemukan beredar di dalam kota.

“Kami rutin melakukan patroli peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSM). Dari hasil patroli tersebut, satwa akan melalui proses habituasi, dan apabila sudah memungkinkan, barulah dilakukan pelepasliaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelepasliaran satwa dilakukan dengan menyesuaikan habitat aslinya. Satwa yang berasal dari wilayah ketinggian akan dilepasliarkan di kawasan dataran tinggi, sedangkan satwa yang habitatnya berada di dataran rendah dapat dilepasliarkan di kawasan seperti Gunung Meja yang dinilai sesuai.

Terkait pengelolaan kawasan, Warto menegaskan bahwa TWA Gunung Meja berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan dan secara teknis dikelola oleh BBKSDA Papua Barat Daya melalui KSDA Wilayah II Manokwari.

Ia juga menambahkan bahwa dalam pengembangan kawasan wisata, pihaknya terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah pembangunan paving block yang didukung melalui anggaran pemerintah daerah.

“Kami sebagai pengelola pada prinsipnya mendukung setiap upaya yang bertujuan baik untuk pengembangan TWA Gunung Meja,” pungkasnya.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *