MANOKWARI, cahayapapua.id- Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Manokwari memastikan keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan selama pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-171 di Tanah Papua.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Manokwari, IPTU Devi Aryanti, mengatakan pengamanan diperkuat melalui penambahan personel bantuan (BKO) dari Polda Papua Barat dan Polres Manokwari sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat di pelabuhan.
“Untuk pengawasan di pelabuhan pada prinsipnya berjalan seperti biasa. Namun pada momentum HUT PI ke-171 dan menjelang hari-hari besar lainnya, kami mendapat BKO dari Polda dan Polres sehingga pengamanan diperkuat,” ujar IPTU Devi Aryanti kepada media di Manokwari, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Pada pelaksanaan HUT PI ke-171, pos terpadu pengamanan dibentuk di kawasan pelabuhan dengan menempatkan personel gabungan di sejumlah titik strategis.
“Pada tanggal 5 Februari 2026 nanti, seluruh unsur gabungan disiagakan. Pos terpadu pengamanan ada di kawasan pelabuhan, dan personel ditempatkan langsung untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” jelasnya.
Sebagai bagian dari sistem pengamanan, pelabuhan juga telah dilengkapi dengan fasilitas X-ray untuk memindai barang bawaan penumpang. Namun demikian, Kapolsek mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi alat tersebut akibat minimnya sosialisasi.
“X-ray ini digunakan untuk memindai barang-barang berbahaya, terutama senjata tajam seperti parang dan benda tajam lainnya. Karena itu kami imbau masyarakat untuk tidak membawa barang-barang yang dilarang ke area pelabuhan,” ungkap IPTU Devi.
Ia menekankan, imbauan tersebut menjadi penting mengingat potensi kepadatan penumpang selama perayaan HUT PI. Kepadatan, terutama pada kapal-kapal jenis LCT, dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan keamanan apabila tidak diantisipasi dengan baik.
“Jika kondisi sudah padat, risikonya tinggi. Kalau ditemukan barang tajam, biasanya kami serahkan kepada pihak keamanan kapal. Namun sebaiknya masyarakat tidak membawa barang tersebut sejak awal,” tegasnya.
Selain pengawasan terhadap senjata tajam, Polsek KPL Manokwari juga melakukan pemantauan terhadap atribut dan barang-barang lain yang berpotensi melanggar ketentuan hukum. Penanganan temuan tersebut akan dikoordinasikan dengan satuan Reserse Kriminal (Reskrim).
“Terkait atribut tertentu yang melanggar ketentuan, nanti akan diamankan oleh Reskrim. Bahkan dalam beberapa kasus, kami juga menyiapkan pakaian pengganti sebagai bentuk penanganan persuasif,” katanya.
IPTU Devi Aryanti menegaskan, pengamanan di kawasan pelabuhan tidak hanya difokuskan pada pelaksanaan HUT PI ke-171, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan berkelanjutan dalam menghadapi setiap momentum hari besar keagamaan dan nasional.
“Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan agar seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berjalan aman, lancar, dan tertib,” pungkasnya.
PSR-CP











