Kader Posyandu Manokwari Dibekali KAP dan Aplikasi Digital e-MVMH ‎

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Kader posyandu di Kabupaten Manokwari kini dibekali orientasi Komunikasi Antar Pribadi (KAP) sekaligus pelatihan digitalisasi pencatatan layanan kesehatan berbasis aplikasi My Village My Home (e-MVMH).

Program ini digagas Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Tim Pembina Posyandu untuk memperkuat kapasitas kader dalam memberikan layanan kepada masyarakat

‎Ketua Tim Pembina Posyandu Manokwari, Febelina Indou, menjelaskan KAP dirancang untuk meningkatkan keterampilan kader dalam berkomunikasi dengan masyarakat, terutama ibu hamil dan balita. Menurutnya, kemampuan komunikasi yang baik menjadi kunci agar pesan kesehatan dapat dipahami, dipercaya, dan mendorong perubahan perilaku hidup sehat.

‎“Dengan KAP, kader lebih terampil menyampaikan informasi sekaligus mendengarkan persoalan masyarakat. Ini penting untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan kualitas layanan posyandu,” ujar Febelina kepada Media di Manokwari usai pelatihan, Selasa (16/9/2025).

‎Ia menambahkan, pelatihan tersebut diikuti 36 posyandu dari tiga distrik perkotaan yaitu Manokwari Timur, Manokwari Barat, dan Manokwari Selatan. Selain melatih komunikasi, para kader juga diperkenalkan dengan aplikasi e-MVMH yang memungkinkan pencatatan digital data kesehatan ibu dan anak.

‎“Pencatatan digital membuat laporan lebih cepat, akurat, dan langsung dapat diakses Dinas Kesehatan. Hal ini akan membantu penyusunan kebijakan dan dukungan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.

‎Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Manokwari, Alexander Takdare, menilai pelatihan KAP sekaligus digitalisasi posyandu merupakan jawaban atas tantangan layanan kesehatan modern. Kader posyandu, kata dia, adalah garda terdepan yang berperan penting dalam edukasi keluarga.

‎“Dengan KAP, kader bisa menyampaikan informasi tentang gizi balita, pemberian makanan tambahan, hingga bantuan sosial secara lebih jelas. Sedangkan untuk laporan digital membantu mempercepat identifikasi masalah kesehatan guna memperkuat upaya pencegahan stunting,” ucap Alexander.

‎Ia menegaskan, penguatan komunikasi dan digitalisasi bukan sekadar peningkatan keterampilan, tetapi bagian dari transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.

‎Pemkab Manokwari menargetkan, melalui pelatihan ini, posyandu tidak hanya menjadi tempat layanan kesehatan dasar, tetapi juga pusat edukasi yang ramah, menyenangkan, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat.

‎PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *