MANOKWARI, cahayapapua.id- Aktivitas penumpang di Bandar Udara Rendani Manokwari mulai mengalami peningkatan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pada Sabtu (14/3/2026), tercatat sebanyak 752 penumpang berangkat dari Manokwari menuju sejumlah kota tujuan.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Rendani, Herman Sujito, mengatakan peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat sejak akhir pekan lalu.
“Pada hari Sabtu kami melayani sekitar 752 penumpang yang berangkat, kemudian pada hari Minggu sekitar 600 penumpang,” ujar Herman di Manokwari, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa yang rata-rata berada di kisaran 500 penumpang per hari untuk penerbangan dari Manokwari.
Sementara itu, jumlah penumpang yang datang ke Manokwari hingga saat ini masih relatif stabil, yakni sekitar 500 penumpang per hari.
Herman memprediksi puncak arus penumpang kemungkinan terjadi menjelang hari terakhir masuk kerja sebelum libur Lebaran, yakni sekitar 18 Maret 2026. Hal ini diperkirakan karena sebagian instansi belum sepenuhnya menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA).
Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tiket pesawat domestik kelas ekonomi untuk mendorong mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Program tersebut memberikan potongan harga tiket sekitar 17 hingga 18 persen dan berlaku pada periode 14 hingga 29 Maret 2026.
Menurut Herman, program diskon tiket tersebut masih berlaku hingga saat ini, namun hanya diberlakukan untuk penerbangan langsung atau point to point.
“Diskon berlaku untuk rute langsung seperti Manokwari-Makassar, Manokwari-Sorong, atau Manokwari-Jayapura,” jelasnya.
Meski terjadi peningkatan penumpang menjelang Lebaran, Herman menilai jumlah penumpang secara keseluruhan diperkirakan relatif sama dengan tahun sebelumnya.
Hal ini karena jumlah armada dan kapasitas kursi maskapai yang melayani penerbangan dari Manokwari tidak mengalami penambahan. Saat ini terdapat tiga maskapai yang melayani penerbangan dari Manokwari, yakni Batik Air, Super Air Jet, dan Lion Air.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran, pihak bandara juga telah membuka posko pengamanan yang melibatkan sejumlah instansi terkait.
“Untuk pengamanan di posko bandara, kami berkolaborasi dengan sekitar 10 instansi serta didukung aparat keamanan dari TNI dan Polri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX Manokwari, Sigit Pramono, memastikan kesiapan armada penerbangan dalam menghadapi arus mudik Lebaran dalam kondisi baik.
Ia menjelaskan wilayah kerja Otban Wilayah IX meliputi Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah di Nabire, hingga wilayah Papua di Biak.
“Secara nasional tersedia sekitar 372 armada pesawat dan semuanya siap melayani penerbangan selama periode Lebaran,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, apabila terjadi gangguan teknis pada pesawat, maskapai akan segera menggantinya dengan armada lain sehingga operasional penerbangan tetap berjalan normal selama masa angkutan Lebaran.
PSR-CP
















