MANOKWARI, cahayapapua.id- Ibadah syukur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Provinsi Papua Barat menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen pelayanan perempuan Kristen di Tanah Papua. Perayaan yang digelar di Aula DPD PWKI Papua Barat, Sabtu (28/2/2026), berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Manokwari Hermus Indou, Wakil Bupati Manokwari, Ketua TP PKK Papua Barat Yuliana Mandacan, Ketua BKOW, serta pimpinan organisasi wanita lainnya.
Dalam sambutannya, Hermus Indou menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang PWKI yang telah hadir bahkan sebelum Indonesia merdeka. Ia menilai PWKI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
“PWKI harus menjadi para pendamai yang menolak kekerasan dan membangun dialog. Suara perempuan adalah suara yang menguatkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembagian peran antara pemerintah, gereja, dan organisasi kemasyarakatan dalam mengatasi persoalan sosial seperti kemiskinan. Menurutnya, sinergi yang baik akan membuat beban pembangunan terasa lebih ringan dan terarah.
Sementara itu, Ketua DPD PWKI Papua Barat, Febelina Wondiwoi, mengatakan selama 80 tahun PWKI konsisten menjadi suara moral dan kasih di tengah dinamika sosial. Ia menegaskan sejarah panjang PWKI merupakan bukti nyata pelayanan di bidang pendidikan, ekonomi, serta advokasi perempuan dan anak.
“Memasuki usia delapan puluh, kita tidak boleh berhenti pada nostalgia. Kita harus melangkah dengan visi yang lebih besar, memperkuat tata kelola organisasi yang transparan, serta melahirkan perempuan yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dari tingkat DPC hingga PAC memperkuat persatuan lintas denominasi dan membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah. Menurutnya, perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga kuat dan masyarakat yang sejahtera.
Ketua TP PKK Papua Barat, Yuliana Mandacan, turut mengapresiasi eksistensi PWKI sebagai wadah aktualisasi perempuan gereja. Mengacu pada tema “Delapan Dekade Memperdayakan Perempuan Indonesia”, ia mengajak anggota PWKI untuk cerdas menghadapi tantangan zaman, menjaga marwah organisasi, serta menjalankan peran sebagai istri dan ibu secara seimbang.
Perayaan HUT ke-80 PWKI ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan organisasi sebagai rumah pelayanan yang inklusif, relevan, dan berdampak nyata bagi kemajuan perempuan di Tanah Papua dan Indonesia.
PSR-CP










