MANOKWARI, cahayapapua.id- Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan bahwa pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama merupakan bagian penting dari konsolidasi pemerintahan daerah dalam rangka memperkuat penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Manokwari.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya saat pelantikan pejabat dan penyerahan SK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari, Senin (13/4/2026).
Menurut Hermus, pelantikan tidak sekadar seremonial, melainkan upaya membangun fondasi kepemimpinan yang kokoh guna mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Tujuannya adalah untuk meletakkan landasan yang kokoh dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Landasan tersebut hanya dapat terwujud jika kita memiliki pemimpin yang profesional, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan publik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelantikan dilakukan dengan mempertimbangkan dua aspek utama, yakni profesionalisme dan representasi publik.
Pada aspek profesionalisme, setiap pejabat yang dilantik telah melalui proses penilaian yang ketat, meliputi kompetensi, kapasitas, rekam jejak, dan kinerja.
Sementara itu, dari aspek representasi publik, pemerintah daerah harus mencerminkan keberagaman masyarakat serta mampu hadir untuk melayani seluruh lapisan secara adil.
Menurutnya, pejabat yang dilantik harus menjadi representasi pemerintah di tengah masyarakat serta mampu menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik.
“Kepercayaan publik adalah aset paling berharga. Sekali hilang, akan sangat sulit untuk dipulihkan,” katanya.
Hermus juga mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang telah diucapkan merupakan ikatan moral dan spiritual yang harus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa jabatan pimpinan tinggi pratama memiliki lima makna strategis yang harus dihayati dan dijalankan.
Pertama, jabatan merupakan berkat dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri dengan bekerja jujur dan penuh tanggung jawab.
Kedua, jabatan adalah kepercayaan dari pimpinan daerah yang harus dijaga dengan loyalitas, keterbukaan, dan tanggung jawab.
Ketiga, jabatan merupakan kehormatan yang membawa martabat bagi diri sendiri, keluarga, dan institusi.
Keempat, jabatan adalah tanggung jawab untuk melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi, dengan pengelolaan anggaran yang efisien dan akuntabel.
Kelima, jabatan merupakan bentuk pengabdian, di mana pejabat dituntut untuk turun langsung ke lapangan, mendengar aspirasi masyarakat, serta memberikan solusi atas berbagai persoalan.
“Pejabat adalah pelayan masyarakat, bukan penguasa,” tegasnya.
Selain itu, Selain itu, Hermus juga menyampaikan tiga pesan penting kepada para pejabat yang dilantik.
Pertama, menjaga integritas dan keteladanan dengan menghindari penyalahgunaan wewenang serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Kedua, bekerja secara profesional dan inovatif dalam menghadapi tantangan pembangunan, termasuk memanfaatkan teknologi dalam pelayanan publik serta mencapai target RPJMD Kabupaten Manokwari 2025-2030.
Ketiga, membangun koordinasi dan kerja sama tim yang solid antar perangkat daerah serta dengan instansi vertikal, kementerian, dan pihak swasta.
“Keberhasilan tidak dapat dicapai sendiri. Pimpinan yang baik adalah yang mampu menggerakkan timnya mencapai tujuan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat saat ini menanti hasil nyata dari kerja pemerintah, sehingga para pejabat diharapkan mampu menunjukkan kinerja optimal dan membawa perubahan positif bagi Kabupaten Manokwari.
PSR-CP














