MANOKWARI, cahayapapua.id- Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bersama Seruni KMP dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar pelatihan kriya bagi 130 pengrajin di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Kegiatan ini bertujuan melahirkan wirausaha baru serta meningkatkan daya saing produk lokal khas Papua.
Wakil Ketua Harian II Dekranas, Sri Suparni Bahlil, menjelaskan bahwa selama tiga hari kegiatan, Seruni dan Dekranas melaksanakan berbagai program sosial dan ekonomi.
“Kami telah melakukan bakti sosial di Kampung Subsay bersama TPP PKK Manokwari, dengan memberikan bantuan sembako dan beasiswa kepada 200 anak sekolah,” ujar Sri Bahlil di Manokwari, Rabu (5/11/2025)
Pada Festival Mama-Mama Kreatif yang digelar 4 November, pihaknya juga menyerahkan 150 paket bantuan, dan pada penutupan kegiatan disalurkan lagi 300 paket bantuan yang terdiri atas 150 paket untuk peserta pelatihan, 100 paket bagi penerima pasang baru listrik, serta 50 paket untuk masyarakat di Sowi dan Soribo.
“Total ada 650 penerima manfaat dari program Seruni di Kabupaten Manokwari,” tambah Sri Suparni.
Secara paralel, Dekranas melalui Bidang Wirausaha Baru yang dipimpin Metty Herindra menyelenggarakan pelatihan kriya selama tiga hari, dilanjutkan seminar umum dan coaching clinic untuk peningkatan mutu produk serta strategi pemasaran.
Pelatihan diikuti oleh 130 peserta yang terbagi dalam empat kelas, yaitu Mahkota Papua, Noken, Miniatur Kaki Seribu, dan Batik Papua.
“Kerja sama antara Dekranas dan Kementerian ESDM ini sudah memasuki tahun kedua. Tahun pertama dilaksanakan di Kalimantan Timur dan terbukti sukses, bahkan peserta sudah tampil di pameran luar negeri,” ujar Metty.
Ia berharap kegiatan di Manokwari juga dapat melahirkan pengrajin unggulan yang mampu membawa karya lokal ke tingkat nasional maupun internasional.
“Tujuan pelatihan ini adalah melahirkan wirausaha baru dari Manokwari dengan semangat berkarya, berinovasi, dan menembus pasar global melalui kriya khas Papua,” tambahnya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, menegaskan bahwa kegiatan terpadu antara Seruni KMP dan Dekranas merupakan bentuk sinergi nyata dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di daerah.
“Inisiatif ini lahir dari tekad untuk memberdayakan komunitas lokal, mengembangkan produksi berbasis budaya daerah, serta memperluas akses pasar bagi UMKM Papua Barat,” ujarnya.
Febelina menambahkan, kegiatan ini juga memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus penjaga budaya.
“Perempuan Papua Barat bukan hanya penggerak keluarga, tetapi juga pencipta nilai ekonomi, penjaga budaya, dan penguat bangsa,” tegasnya.
Kegiatan turut menghadirkan seminar bertema “Kriya, Kolaborasi, dan Kemandirian dari Timur Indonesia”, dengan narasumber dari Seruni KMP, Dekranas, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Perdagangan.
Selain seminar, digelar pula pameran produk kriya dari tujuh kabupaten di Papua Barat yang menampilkan karya unggulan seperti noken, batik Papua, ukiran kayu, tenun khas, dan anyaman.
“Dekranasda Manokwari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Dekranas, Ibu Selvi Ananda Rakabuming Raka, atas dukungan dan kehadirannya dalam kegiatan ini,” tutup Febelina.
PSR-CP










