MANOKWARI, cahayapapua.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menunjukkan komitmen nyata terhadap warganya dengan menyerahkan santunan kepada 164 kepala keluarga (KK) yang terdampak pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Borobudur.
Penyerahan santunan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat pesisir Borobudur yang terdampak penataan kawasan, sekaligus bagian dari komitmen pembangunan sosial yang berkeadilan.
Dalam sambutannya, Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyampaikan apresiasi tinggi kepada warga Borobudur, terutama para nelayan yang selama ini berkontribusi besar terhadap penyediaan kebutuhan pangan daerah.
“Kita tahu kontribusi para nelayan kita untuk pembangunan dan kemajuan di Kabupaten Manokwari, terutama untuk pasokan perikanan tangkap yang melayani kebutuhan pangan di Manokwari ini sangat besar dan tinggi sekali,” ujar Hermus.
“Karena itu, kita berharap masyarakat nelayan bisa hidup berkelanjutan. Apa yang mereka lakukan berdampak luas bagi seluruh masyarakat, sebab tidak ada orang di dunia ini yang tidak makan ikan,” lanjutnya.
Hermus menegaskan, penyerahan santunan ini bukan hanya bentuk bantuan finansial, tetapi wujud kemanusiaan dan kepedulian sosial pemerintah terhadap warganya.
“Kami di Pemda Manokwari juga manusia, dan bapak ibu yang terdampak juga manusia. Jadi manusia harus mengerti manusia. Santunan ini simbol nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, mendengar dan merasakan apa yang menjadi tantangan kehidupan warga,” tegasnya.
Menurut Hermus, santunan tersebut juga merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk menepati janji yang telah disampaikan sejak program 100 hari kerja pasangan HERO.
“Kami harus jadi pemimpin yang berintegritas. Apa yang sudah keluar dari bibir kami harus diwujudkan bagi masyarakat. Kalau tidak, masyarakat akan berkata pasangan HERO hanya datang bicara-bicara saja. Tapi hari ini kita buktikan bahwa Pemkab Manokwari tidak omon-omon, melainkan berbuat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Bupati berharap agar santunan yang diterima masyarakat digunakan dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
“Gunakan uang ini untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, jangan untuk hal-hal konsumtif. Saya percaya bantuan ini akan membawa dampak positif bagi keluarga yang terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, Fredy Laleno, menjelaskan bahwa bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga selama tiga bulan dengan nilai rata-rata Rp16 juta per kepala keluarga.
“Santunan ini mencakup biaya mobilitas, pengepakan barang, kehilangan mata pencaharian, serta biaya sewa rumah,” ungkap Fredy.
Ia menambahkan, pemerintah berharap warga terdampak dapat segera menyesuaikan diri dengan kondisi baru sambil menunggu pembangunan hunian sementara Borobudur yang ditargetkan selesai sebelum akhir tahun.
“Kami berharap dengan penyaluran santunan ini, masyarakat dapat beradaptasi sambil menantikan hunian sementara yang layak,” tutupnya.
PSR-CP










