BPBD Manokwari Dirikan Posko Komando 24 Jam, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem ‎

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Menghadapi cuaca yang kian tidak menentu dalam sepekan terakhir, Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali memperketat kesiapsiagaan. Kamis pagi, BPBD resmi mengaktifkan posko komando waspada bencana hidrometeorologi sebagai pusat pemantauan dan koordinasi selama periode hujan ekstrem.

‎Kepala BPBD Manokwari, Tajudin, mengatakan keberadaan posko ini menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap potensi bencana dapat direspons lebih cepat dan terukur.

‎“Posko komando sudah mulai beroperasi hari ini. Selama intensitas hujan belum stabil, posko tetap dibuka 24 jam untuk memastikan seluruh informasi dan respons bencana terkoordinasi dengan baik,” ungkap Tajudin usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025, Kamis (27/11/2025)

‎Posko ditempatkan di halaman kantor BPBD dan dijaga oleh personel dari berbagai instansi. TNI, Polri, Basarnas, hingga sejumlah OPD teknis dilibatkan secara bergantian untuk memperkuat kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko pada saat terjadi banjir, longsor, maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

‎BPBD menyiagakan 20 personel inti yang bertugas dalam dua satuan kerja, yaitu Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk penanganan darurat dan tim Jitupasna yang fokus melakukan pendataan kebutuhan pascabencana, termasuk dampak kerusakan dan estimasi kerugian.

‎Meski kesiapan personel menguat, Tajudin tidak menampik bahwa BPBD masih berhadapan dengan keterbatasan peralatan. Namun situasi tersebut, menurutnya, diatasi melalui kolaborasi intensif antarinstansi.

‎“Kami bekerja dengan segala keterbatasan, tapi koordinasi yang kuat membuat seluruh proses penanganan tetap maksimal. Kami berterima kasih kepada TNI-Polri, Basarnas dan OPD yang terus mendukung,” ujarnya.

‎Sejauh ini, BPBD telah memiliki peta kajian risiko bencana serta rencana kontinjensi untuk sejumlah ancaman seperti banjir, gempa bumi, longsor hingga tsunami. Setiap laporan kejadian di lapangan akan ditindaklanjuti melalui prosedur penyelamatan, evakuasi, pendataan hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga.

‎Tajudin juga menjelaskan sejumlah titik rawan di Manokwari. Banjir kerap mengancam kawasan Tanah Rubuh, Masni, dan beberapa titik di perkotaan termasuk Wosi. Sementara Warmare dan Mokwam menjadi lokasi yang paling rentan longsor saat hujan deras.

‎Terkait anggaran, penanganan bencana tetap mengacu pada Belanja Tidak Terduga (BTT) yang hanya dapat digunakan setelah pemerintah menetapkan status darurat bencana.

‎Dengan diaktifkannya posko komando ini, BPBD berharap seluruh lapisan masyarakat dapat lebih waspada, sekaligus memastikan pemerintah hadir lebih cepat dalam setiap potensi ancaman bencana di Manokwari.

‎PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *