MANOKWARI, cahayapapua.id- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan saat ini mengajak seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk melakukan skrining kesehatan guna mengetahui potensi penyakit sedini mungkin, sehingga dapat melakukan tindakan preventif lebih cepat. Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mempermudah akses, BPJS Kesehatan menghadirkan fitur skrining riwayat kesehatan yang bisa diakses langsung melalui Aplikasi Mobile JKN.
Nindya Anjali (24) merupakan salah satu peserta program JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengapresiasi fitur skrining riwayat kesehatan yang terdapat pada aplikasi Mobile JKN. Ia mengatakan jika fitur yang terdapat dalam aplikasi tersebut membantu dirinya untuk memahami kondisi kesehatan tanpa perlu pergi ke fasilitas kesehatan.
“Ini adalah pertama kalinya buat saya untuk mencoba fitur ini dan saya terkesan dengan kemudahan yang diberikan. Saya cukup mengisi data diri seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan tanggal lahir kemudian menjawab beberapa pertanyaan berdasarkan identifikasi data kesehatan saya, setelah itu hasilnya langsung keluar. Walaupun hasilnya rendah, bukan berarti saya bisa santai, melainkan saya disarankan untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan aktif untuk berolahraga,” katanya.
Nindya merasa bahwa fitur skrining kesehatan ini sangat penting, terutama bagi anak muda yang sering mengabaikan kesehatan mereka. Melalui serangkaian pertanyaan sederhana, peserta JKN bisa mendapatkan gambaran umum tentang kondisi kesehatan serta langkah-langkah yang perlu di ambil untuk memperbaikinya.
“Saya merasa tenang setelah menggunakan aplikasi Mobile JKN, pasalnya aplikasi ini tidak hanya memudahkan administrasi layanan kesehatan tetapi juga bisa membantu saya untuk memonitor kesehatan saya secara langsung. Hasil skriningnya juga mudah untuk dipahami. Dengan adanya fitur ini, saya menjadi lebih sadar bahwa menjaga kesehatan adalah hal yang utama dalam kehidupan ini,” ujarnya.
Bagi Nindya, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan harus dimulai dari usia muda untuk mencegah adanya masalah serius di masa mendatang. Ia percaya bahwa semakin banyak generasi muda yang menggunakan aplikasi Mobile JKN maka semakin besar pula manfaat yang di dapatkan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Ia berharap agar aplikasi ini bisa terus berkembang sebagai langkah maju dalam pelayanan kesehatan.
“Saya berharap agar fitur seperti ini bisa dirancang dengan lebih interaktif dan bisa memberikan lebih banyak tips kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dari kondisi peserta. Fitur ini juga bisa menjadi alat yang efektif untuk mendorong kita dalam perubahan yang positif dan memulai langkah kecil untuk hidup yang lebih sehat,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang berbeda, kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, dr. Dwi Sulistyono Yudo mengatakan BPJS Kesehatan menjamin pelayanan promotif dan preventif yang bersifat perorangan, salah satunya dengan skrining kesehatan. Skrining dilakukan untuk membantu mendeteksi risiko penyakit serta mencegah akan dampak lanjutan yang timbul dari penyakit tertentu.
“Skrining riwayat kesehatan bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin potensi adanya risiko penyakit kronis yang paling umum ditemui seperti diabetes mellitus, ginjal kronis, jantung koroner dan hipertensi. Untuk pengisiannya dapat dilakukan oleh semua peserta JKN yang berusia minimal 15 tahun dan dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), aplikasi Mobile JKN atau melalui website Skrining BPJS Kesehatan,” ucap Dwi.
Dwi juga menekankan bahwa skrining kesehatan dilakukan secara rutin satu tahun sekali. Jika peserta JKN sudah melakukan skrining di tahun ini, maka skrining selanjutnya dilakukan pada tahun depan. Menurutnya, dengan rutin melakukan skrining kesehatan dapat membantu mendorong peserta JKN untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi kesehatan mereka.
“Adapun untuk hasil skrining dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu rendah, sedang dan tinggi. Jika peserta sudah melakukan skrining dan hasilnya berisiko sedang atau tinggi, nanti akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di FKTP oleh dokter umum, sedangkan bagi yang berisiko rendah maka peserta hanya disarankan untuk tetap menjaga pola hidup sehat,” tambah Dwi.
Terakhir, Dwi mengajak kepada seluruh peserta JKN untuk aktif dalam memanfaatkan layanan skrining riwayat kesehatan. Ia merasa bahwa perkembangan teknologi saat ini membantu generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka, salah satunya dengan aplikasi Mobile JKN yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Dwi berharap agar program ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan bisa diakses oleh semua kalangan masyarakat dengan mudah.
“Saya mengajak agar semua masyarakat di Indonesia bisa memanfaatkan layanan program skrining riwayat kesehatan dengan bijak untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tutupnya.
PSR-CP
