MANOKWARI, cahayapapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat peningkatan aktivitas transportasi udara di wilayah Papua Barat selama Mei 2025, sementara Provinsi Papua Barat Daya justru mengalami penurunan.
Kepala BPS Papua Barat, Ir. Merry, menjelaskan bahwa jumlah penerbangan di Papua Barat mencapai 1.059 pesawat, mengalami kenaikan sebesar 5,37 persen secara bulanan (m-to-m) dan 4,33 persen secara tahunan (y-on-y).
“Peningkatan tertinggi terjadi di Bandara Utarum, Kabupaten Kaimana, dengan lonjakan mencapai 151,72 persen dibanding bulan April,” ujar Merry saat memberikan keterangan di Manokwari, Selasa (1/7/2025).
Meski penerbangan meningkat, jumlah penumpang di Papua Barat justru mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 39.919 penumpang berangkat melalui transportasi udara, turun 7,38 persen secara bulanan dan 17,14 persen dibandingkan Mei 2024.
“Penurunan jumlah penumpang tertinggi terjadi di Bandara Merdey, Teluk Bintuni, mencapai 17,35 persen,” jelas Merry.
Sementara itu, Papua Barat Daya mencatatkan 1.238 penerbangan, mengalami penurunan 1,28 persen secara bulanan dan 5,35 persen secara tahunan. Penurunan tertinggi terjadi di Bandara Kambuaya, Kabupaten Maybrat, sebesar 14,29 persen.
Untuk jumlah penumpang, Papua Barat Daya melayani 85.140 penumpang berangkat, menurun drastis sebesar 23,97 persen (m-to-m) dan 9,31 persen (y-on-y).
“Penurunan tertinggi terjadi di Bandara Domine Eduard Osok, Kota Sorong, yaitu 24,34 persen,” imbuh Merry.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa volume angkutan barang dan pos di Papua Barat juga mengalami peningkatan, yakni sekitar 610,26 ton, naik 10,75 persen secara bulanan dan 25 persen secara tahunan. Sedangkan di Papua Barat Daya, angkutan barang mengalami penurunan sebesar 27 persen dibanding bulan sebelumnya.
BPS mencatat bahwa data transportasi udara tersebut dikumpulkan dari 9 bandara di Papua Barat dan 8 bandara di Papua Barat Daya, bekerja sama dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX. Namun, Merry menegaskan bahwa beberapa bandara belum masuk dalam cakupan data.
“Untuk data April dan Mei 2025, belum termasuk Bandara Anggi di Pegunungan Arfak dan Bandara Abresso di Manokwari Selatan. Sedangkan untuk Papua Barat Daya, data dari Bandara Kabare (Raja Ampat), Ayawasi (Maybrat), dan Kebar (Tambrauw) juga belum tersedia,” jelas Merry.
PSR-CP










