MANOKWARI, cahayapapua.id- Nilai Tukar Petani (NTP) di Papua Barat tercatat menurun pada Maret 2026 dibandingkan Februari 2026. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya kinerja subsektor tanaman perkebunan rakyat, meski di sisi lain Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) dan indeks konsumsi rumah tangga justru menunjukkan kenaikan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, Merry, menjelaskan bahwa subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan paling dalam, yakni sebesar 3,78 persen. Penurunan ini memberikan dampak signifikan terhadap NTP secara keseluruhan.
“Subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 3,78 persen, sehingga berdampak pada NTP secara keseluruhan,” ujar Merry, Rabu (2/4/2026).
Meski demikian, indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan karena meningkatnya harga beberapa komoditas pertanian, seperti cabai rawit dan buncis, yang mendorong pendapatan petani. Namun, indeks yang dibayar petani juga naik, baik untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi, sehingga NTP tetap mengalami tekanan.
Sementara itu, NTUP pada Maret 2026 tercatat meningkat dibanding Februari 2026. Kenaikan ini dipengaruhi oleh naiknya Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sekitar 3 persen.
Indeks konsumsi rumah tangga di Papua Barat juga mengalami kenaikan, seiring terjadinya inflasi. Inflasi terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai penyumbang terbesar.
Di wilayah Provinsi Papua Barat Daya, indeks konsumsi rumah tangga meningkat dari 125 pada Februari 2026 menjadi 126 pada Maret 2026, menunjukkan adanya kenaikan harga konsumsi masyarakat di wilayah tersebut.
Merry menegaskan, dinamika NTP pada Maret 2026 dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas pertanian serta meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan petani, baik untuk konsumsi maupun produksi.
“Petani tetap mengalami tekanan meskipun ada kenaikan harga jual, karena biaya produksi dan konsumsi juga meningkat. Pemerintah perlu terus memantau kondisi ini agar kesejahteraan petani tetap terjaga,” tutup Merry.
PSR-CP










