MANOKWARI, cahayapapua.id- Stabilnya penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilakukan Bulog Manokwari berhasil melebihi target tahun ini
Hal ini terjadi dengan adanya pemenuhan kebutuhan beras SPHP di pasar yang kemudian terbukti mampu menjadi stabilisasi harga terutama beras kelas medium.
“Hingga bulan ini kita sudah menjual beras SPHP sebesar 2.100 ton atau 140 persen dari target kita tahun ini hanya 1.500 ton. Selama pasar membutuhkan, maka kita akan tetap layani,” kata Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari Armin Bandjar, di Manokwari, Senin (7/10/2024)
Ia mengatakan, Bulog membanjiri pasar dengan beras SPHP, ini kemudian menjadi langkah awal untuk penertiban harga di pasar. Sebagai beras bersubsidi, setiap retail atau toko penjual beras SPHP harus menjual beras dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp67.500 per kemasan 5 kg. Ini membuat harga beras dapat terkontrol dan lebih stabil.
“Dengan banyaknya mitra kita yang menjual SPHP sesuai HET, maka pasar otomatis melakukan fungsi kontrol harga. Retail nakal yang menjual beras SPHP di atas HET otomatis tidak laku,”ujarnya.
Ia juga menyampaikan, Bulog Manokwari bekerjasama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Manokwari untuk suplay beras SPHP di Kios Pangan Rakyat (KIPRA).
KIPRA ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Manokwari, BI Perwakilan Papua Barat dan Perum Bulog Cabang Manokwari.
“Melalui KIPRA beras SPHP bahkan dijual di bawah HET yaitu Rp63.000 per kemasan 5 kg alhasil Bulog rata-rata menjual 500 kg hingga 1 ton tiap minggunya sejak KIPRA diresmikan pada 19 Agustus 2024,” Tuturnya.
PSR-CP










