BI Papua Barat Akui GEMAR PAPEDA Selaras dengan Program “5 Bangga Produk Lokal”

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id—Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua Barat tengah menginisiasi gerakan “5 Bangga Produk Lokal”. Sebuah gerakan guna meningkatkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“Gerakan yang diinisiasi oleh Kanwil Kementerian Agama ini, juga inline dengan gerakan cinta produk lokal di kita. Kami juga mengampanyekan “5 Bangga”. Bangga terhadap produk-produk lokal, seperti petatas, kasbi dan lain sebagainya,” ujar Kepala Perwakilan BI Rommy S. Tamawiwy di sela menghadiri lauching Gerakan Masyarakat Papua Penuh Damai (GEMAR PAPEDA), Jumat (6/10/2023)

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Jacob Fonataba berbicang dengan salah seorang nelayan di Pasar Sanggeng di sela kegiatan GEMAR PAPEDA
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Jacob Fonataba berbicang dengan salah seorang nelayan di Pasar Sanggeng di sela kegiatan GEMAR PAPEDA. Foto : Hafsah/CP

Prgram 5 bangga ini, jelas Rommy Tamawiwy, pertama adalah bangga menanam pangan lokal, bangga menjual, bangga membeli pangan lokal, bangga memasak, dan terakhir adalah bangga memakan atau mengonsumsi.

“Gerakan ini menjadi kampanye kita untuk memacu. Setelah semua sudah kita lakukan, kita saat ini menyelenggarakan lomba kampung peduli inflasi, petani peduli inflasi. Nanti ada lomba untuk kreasi hasil pangan-pangan lokal,” ujarnya.

Gebrakkan BI dalam mengampanyekan program “5 bangga”, lanjut Rommy, adalah upaya mengendalikan inflasi di wilayah Kabupaten Manokwari dan provinsi Papua Barat.

“Utamanya inflasi pangan. Gerakan-gerakan nyata harus kita lakukan, cinta terhadap pangan lokal, gerakan ini harus kita lakukan. Sehingga kita tidak tergantung lagi pada beras, tetapi ada pangan pangan pendamping beras. Kita harus menikmatinya dengan penuh kebanggaan, itulah jati diri kita sebagai orang timur yang dibesarkan dengan pangan-pangan lokal. Marilah, hari ini kita tumbuhkan kebanggaan itu,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Jacob Fonataba memastikan, harga komiditi iklan di pasaran sudah normal atau turun. Sebab komiditi tersebut adalah salah satu penyumbang inflasi di Papua Barat.  (BMB-CP)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *