WWF-UNIPA Kolaborasi Wujudkan ‘Menokok’, Dorong Sumber Daya di Tanah Papua

banner 468x60

MANOKWARI-cahayapapua.id– Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia bersama Universitas Papua melaksanakan seminar dan pameran ilmiah dengan tema “Menokok Sumber Daya Manusia dan Alam di Papua”. Seminar berlangsung di Aula UNIPA, Manokwari, Rabu (4/10/2023).

Direktur Forest & Wildlife Program Yayasan WWF Indonesia Muhammad Ali Imron mengungkapkan, menokok adalah salah satu aktivitas paling dasar dalam kehidupan domestik setiap manusia di tanah Papua. Terutama di kawasan Dusun Sagu dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang sehat dan bernutrisi.

“Menokok juga adalah salah satu cara yang dilakukan dalam suatu sumber daya alam yang merupakan karya Tuhan bagi setiap manusia di atas tanah Papua para. Yayasan WWF Indonesia dan UNIPA telah berkomitmen dan bersepakat untuk mulai menokok sumber daya manusia dan alam tanah Papua melalui kegiatan penelitian-penelitian ilmiah dalam pengelolaan sumber daya alam dan jasa lingkungan serta pengembangan sumber daya manusia yang cerdas dan martabat,“ tutur Ali.

Lanjut Ali, kerja sama WWF Indonesia dan UNIPA adalah kolaborasi jangka panjang. Kerja sama akan terus diperbaharui untuk memperjuat kerja-kerja konservasi inklusif.

“Berdasarkan hal itu maka serangkaian kajian, penelitian, pendampingan masyarakat dan publikasi telah dijalankan bersama sebagai kekuatan dan peluang dalam peningkatan SDM dan mendukung Tri Darma perguruang tinggi dalam penelitian, pengabdian dan pengajaran,“ ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ali juga menyampaikan beberapa kajian terbaru kedua pihak. Di antaranya kajian nilai konservasi tinggi (NKT)di Kabupaten Supiori Provinsi Papua.
Lalu ada kerja sama WWF program Papua dengan UNIPA, UNCEN, UOG, Balitbangda LHK Manokwari, dan Yayasan Paradisea di tahun 2019.

Selain itu, ada kajian Nilai Konservasi Tinggi (NKT) pada Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Manokwari Selatan. Serta kerja sama yang melibatkan UNCEN, Universitas Ottow Geissler, Balitbangda LHK Manokwari, dan Yayasan Paradisea ditahun 2019.

Kemudian kata Ali, hasil kajian terbaru adalah studi analisis skenario pengembangan komoditas unggulan dengan kawasan HCV di Kabupaten Boven Digoel, kerja sama dengan fakultas pertanian UNIPA tahun 2020.

Ada juga kajian EAFM di Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Kepulauan Yapen dan ikan ekonomis penting di Kampung Asai. Lalu kerja sama dengan fakultas perikanan dan ilmu kelautan di tahun 2020 dan 2023 dan masih banyak lagi.

“Beberapa studi bersama tersebut adalah bentuk upaya bersama WWF Indonesia dan Unipa dalam menokok sumber daya manusia dan alam di tanah papua,“ tutur Ali.

Dirinya berharap kiranya melalui kerja sama ini, maka salah satu hasil akhir dari menokok adalah ‘papeda’ produk andalan pendampingan yang dapat dinikmati oleh semua masyarakat, sebagai alternatif peningkatan ekonomi masyarakat.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unipa, Dr. Keliopas Krey, mengungkapkan UNIPA menjadi basis pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan pertama di tanah Papua. UNIPA memiliki tanggung jawab besar untuk mengedukasi melalui riset-riset yang menghasilkan target ilmiah yang sangat diperlukan dalam pengembangan untuk perencanaan pembangunan.

“Seminar dengan kemasan Talkshow ini, kita presentasi singkat bagaimana hasil-hasil penelitian yang selama ini dikerjakan oleh kedua Mitra UNIPA dan WWF Indonesia, dari kegiatan hari ini para peneliti dari Universitas Papua yang mendapatkan dukungan pendanaan dari WWF Indonesia,” kata Keliopas.

Menurutnya, berbagai macam riset yang dilakukan. Dari aspek by universiti, aspek ekonomi ada juga terkait dengan kehutanan dan juga genetika.

PSR-CP 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *