Kemendagri Dorong Kampung di Papua Barat Jadi Sentra Kemajuan Ekonomi

banner 468x60

MANOKWARI, linkpapua.com- Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri menggelar pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa dan pengurus kelembagaan desa, Selasa (3/10/2023). Dirjen Bina Pemerintahan Desa Eko Prasetyanto Purnomo Putro mengatakan, desa harus inovatif, agar menjadi sentra kemajuan ekonomi.

“Dengan majunya ekonomi desa, maka akan mendorong percepatan kesejahteraan. Untuk menjadi sentra ekonomi harus ada sinergitas antara pemdes dengan pemda,” terang Eko.

Eko kemudian menyinggung soal dana desa. Kata dia, secara eksistensial, dana desa adalah penopang kemajuan di desa.

Kondisi saat ini, kata Eko, berbeda dengan di masa lalu, di mana dana desa yang minim. Di masa lalu, anggaran desa hanya sekitar Rp 50 juta. Sementara saat ini, desa mendapatkan anggaran yang cukup besar.

“Oleh karena itu, sinergitas antara pemerintah pusat, pemda sampai ke tingkat desa harus terus dilakukan, peningkatan kapasitas ini tidak berhenti hanya selama 4 hari. Tapi perlu proses yang panjang. Kita harus bersyukur karena target kita 133.000 peserta kita saat ini sudah 21.000 artinya proses yang berjalan ini terus-menerus, jadi mari kita support,” tutur Eko.

Karena itulah pelatihan ini digelar. Agar menghasilkan aparatur desa yang inovatif.

“Dalam proses pelatihan peserta akan dilatih mengenai berbagai pelatihan seperti mendapatkan pelatihan aparatur dasar dan mendapatkan pelatihan tematik. Bagaimana yang mendapatkan pelatihan aparatur dasar juga terus berproses mempelajari berbagai peraturan baik itu menyangkut manajemen pemerintahan desa menyangkut masalah peraturan desa, menyangkut masalah pengelolaan keuangan desa, menyambut masalah perencanaan pembangunan desa dipelajari terus itu,” jelasnya.

“Dengan adanya program P3PD ini kita diuntungkan menguntungkan karena kita punya kesempatan bersama-sama memahami berbagai regulasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat,“ ujarnya

Dirinya juga berharap nanti akan dilakukan pertemuan dengan pihak Kemendes. Agar terjalin sinergitas antar Kemendagri, Kemendes, PMK dan Bapenas.

“Ini penting sekali, jangan sampai program ini, program pinjaman ini ternyata tidak ada sinergitas jangan sampai. Saya berharap kepada bapak ibu dengan program ini kita bisa bersama-sama belajar memahami memahami, mengerti mengenai berbagai subtansi tentang penyelenggaraan pemerintahan,“ tegas Eko.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Papua Barat, Legius Wanimbo mengatakan, desa atau kampung merupakan target dari program. Setiap kegiatan, penerima manfaat sasarannya tentu ada di desa dan kampung.

“Jadi di desa dan kampung kita memiliki potensi SDA, SDM, penduduk, masyarakat semua yang ada di kampung dan dari sanalah kita berawal. Karena itu betapa penting kita hidup bagaimana memfokuskan kegiatan kita ini guna memperdayakan kampung kita, di mana kampung atau desa memiliki sumber daya yang sangat luar biasa,“ katanya.

PSR-CP 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *