SMA Negeri 1 Manokwari lakukan Gelar Karya P5 guna Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- SMA Negeri 1 Manokwari melaksanakan Gerak Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berkolaborasi dengan Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, Sabtu (9/11/2024) bertempat di aula SMA Negeri 1 Manokwari.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka Belajar (KMB). Dengan mengusung tema “Kearifan Lokal dan Kewirausahaan”

Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda Mandobar, mengatakan mengatakan Gelar Karya Projek Penguatan Profit Pelajar Pancasila (P5) merupakan upaya dalam membentuk Karakter Pelajar Pancasila.

“Dan kita kali ini melaksanakan Gelar Karya itu ada 8 tema yang harus diikuti oleh semua siswa. Gelar Karya ini yang terakhir dan sekaligus penutup dari seluruh kegiatan P5 dengan 8 tema tersebut,”ujarnya.

Ia menyampaikan, melalui Gelar Karya dengan teman kearifan lokal Papua tersebut para murid kelas 12 kemudian menampilkan beberapa kesenian khas Papua baik itu seni musik, tari-tarian dan pembuatan kerajinan khas Papua Seperti mahkota dan kalung.

Sedangkan untuk tema kewirausahaan itu berkolaborasi dengan mata pelajaran prakarya wirausaha. Sehingga para siswa ini mempraktekkan juga mengolah bahan makanan nabati dan hewani dan bentuk penyajian makanan.

“Jadi dari makan yang mereka kelola tersebut dijual kepada orang tua murid atau teman-teman sekolah, sambil mereka belajar berwirausaha yang baik, ” Ujarnya

Ia menjelaskan pembelajaran P5 ini tidak semata-mata teori saja yang diberikan kepada siswa, melainkan siswa-siswi ini berkegiatan langsung atau praktek seperti Gelar Karya yang diikuti siswa Kelas 12.

Selain itu, Pada proses pembelajaran P5 dalam hal ini gelar Karya, pihak sekolah turut melibatkan orang tua guna memberikan penilaian kepada semua murid yang kemudian dari hasil penilaian ini, mereka akan mendapatkan raport penilaian karakter.

“Jadi mereka tidak hanya meneriman raport pendidikan tetapi juga raport karakter yang diperoleh dari pembelajaran P5. Didalam raport tersebut itu ada nilai dari guru juga dari orang tua. Untuk nilai itu tidak diberikan dalam bentuk angka, tapi dalam bentuk pernyataan apakah murid tersebut sudah berkembang atau mulai berkembang atau sangat berkembang, “jelasnya.

Ia menegaskan, Orang tua akan memverifikasi apakah betul murid ataupun anak mereka tersebut sudah bertanggungjawab, bisa menghormati orang lain, berempati, dapat bekerja dalam tim dan jujur atau tidak.

“Inilah kemudian nilai-nilai kebaikan yang sedang ditanamkan dalam kegiatan P5. Maka dari itu, akan menghasilkan pelajar yang berkarakter Pancasila,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Manokwari Recky A.D Risamasu menyampaikan Gelar Karya P5 yang merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka Belajar ini memiliki dampak positif.

“Oleh karena, para siswa-siswi diberikan kesempatan untuk bisa mengembangkan minat kreasi dan prestasi akademik yang mereka tekuni dan itu terlihat di program P5 ini, ” Ujarnya.

Menurutnya melalui Gelar Karya, masing-masing guru dapat menunjukkan kinerjanya dalam mengembangkan dan pendampingan anak didiknya.

“Sehingga bisa dikatakan keberhasilan pembelajaran KMB ini tidak hanya berdampak pada anak didik tapi juga pada guru-gura. Kemudian Guru-guru juga lebih percaya diri dalam memberika pembelajarannya,” Pungkasnya.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *