Debat Pilkada Manokwari: BERBUDI Vs HERO Adu Gagasan Atasi Problem Pendidikan

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Debat publik perdana Pilkada Manokwari, Selasa (29/10/2025) diwarnai adu gagasan dua paslon, Bernard Boneftar-Eddy Waluyo (BERBUDI) dan Hermus Indou-Mugiyono (HERO). Keduanya sama-sama mengumbar program terkait ketimpangan akses pendidikan antara kota dan desa.

Pasangan calon nomor urut 1, Bernard Boneftar-Eddy Waluyo (BERBUDI) menyampaikan beberapa strategi yang akan dilakukan apabila terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Manokwari. Di antaranya mempersiapkan stekholder dalam rangka penyelenggaraan pendidikan.

“Di mana kita perlu mempunyai data. Dan kita akan mendata sejumlah sekolah, untuk memastikan bahwa jumlah murid mampu tidak mampu kita punya data. Kita juga memastikan kapasitas dari sarana pendidikan itu tersedia,” ujar Bernard.

Menurut Bernard, jumlah guru harus memadai. Sebab guru menentukan kualitas anak didik.

“Gurulah yang mentransfer ilmu pengetahuan itu kepada anak-anak didiknya. Karenanya kita harus punya tenaga guru yang cukup dan memiliki standar kompetensi,” jelasnya.

Selain itu, Bernard juga berjanji akan menyiapkan sejumlah kemudahan akses pendidikan. Termasuk biaya pendidikan yang tidak membebani orang tua.

“Agar ke depan tidak ada lagi anak yang tidak sekolah karena kesulitan biaya. Semua orang tua harus menyekolahkan anaknya,” ucapnya.

Ia menambahkan akan memperhatikan secara saksama apa yang telah disediakan oleh pemerintah pusat. Yang tidak tersedia akan dilakukan intervensi.

“Disitulah sejumlah program akan disediakan termasuk beasiswa, kemudahan akses dan sarana pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 2, Hermus Indou-Mugiyono (HERO) mengatakan, ia memastikan penyelenggaraan pendidikan itu berdasarkan peraturan daerah juga perundang-undangan nasional. Karena itu penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Manokwari akan diperkuat dengan peraturan daerah.

“Kita juga ingin memetakan secara baik persoalan mendasar yang dihadapi oleh seluruh masyarakat kita terkait dengan penyelenggaraan pendidikan terutama masalah akses pendidikan. Untuk akses pendidikan di Kabupaten Manokwari saya ingin menyampaikan kepada kita semua bahwa ada sejumlah daerah yang telah kita jangkau tetapi ada sejumlah daerah atau kampung yang belum,” jelasnya

Namun kata Hermus, ini menjadi komitmennya ke depan. Yakni memastikan akses penyelenggaraan pendidikan terutama bagi anak-anak di seluruh wilayah pelosok Manokwari.

“Akan disiapkan berbagai kemudahan dan fasilitas. Termasuk bagaimana memberikan beasiswa dan juga sekolah gratis,” paparnya.

Hermus juga akan menjadikan pembenahan infrastruktur pendidikan sebagai prioritas. Sekolah sekolah harus menjadi tempat yang layak bagi anak anak.

 

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *