Hari ini Tim Dokter RSUD Papua Barat Gelar Rapat Hasil Tes Kesehatan Cakada

banner 468x60

MANOKWARI, cahayapapua.id- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Papua Barat telah menyelesaikan rangkaian pemeriksaan kesehatan seluruh bakal pasangan calon (paslon) kepala daerah untuk Pilkada 2024. Di hari terakhir, Minggu (1/9/2024), ditutup dengan pemeriksaan kejiwaan dari paslon dari Pegunungan Arfak, Teluk Wondama dan Kabupaten Fakfak.

Direktur RSUD Papua Barat, dr Arnold Tiniap mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan kepada calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat, dan calon bupati dan wakil bupati lima kabupaten yaitu Manokwari, Teluk Wondama, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Fakfak. Ia menyebut proses pemeriksaan seluruh paslon berjalan lancar.

“Dan hari ini (kemarin) menjadi hari terakhir untuk pemeriksaan kejiwaan dari Pegunungan Arfak, Teluk Wondama dan Kabupaten Fakfak,” kata Arnold, kemarin.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan sudah dilaksanakan sejak tanggal 30 Agustus dan berakhir 1 September 2024. Hasil tes kesehatan para Cakada dijadwalkan diserahkan Senin hari ini.

“Sebenarnya untuk pemeriksaan, Kita memang optimalkan waktu pemeriksaan hanya dua, kecuali ada salah satu calon dari Kabupaten Mansel yang tidak terlalu sehat sehingga baru dilakukan pemeriksaan pada hari kedua dan juga Paslon dari Kabupaten fakfak karena baru tiba di hari kedua. Jika dilihat waktunya memang tiga hari, namun tetap dari semua paslon itu waktu pemeriksaannya tetap dua hari,” jelasnya.

Menurut Arnold, RSUD Papua Barat turut melibatkan 12 dokter spesialis dalam melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan unit pemeriksaan yang diminta oleh KPU. Para dokter telah melakukan 20 jenis pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan darah lengkap, diabetes, fungsi hati, jantung, fungsi ginjal, fungsi paru, urine, kesehatan mata, saraf, THT, dan penyakit dalam lainnya.

Usai melakukan seluruh pemeriksaan, tim dokter menggelar rapat untuk mengetahui hasil masing-masing pemeriksaan pada Senin hari ini (2/8/2024).

“Masing-masing dokter spesialis akan menyampaikan hasil dari latar belakang keilmuannya, misalkan dokter syaraf, dia akan paparkan apakah fungsi syaraf paslon normal atau tidak. Setelah semua dokter memberi pemaparan, hasilnya kita buat resume,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil yang diserahkan pada KPU sebatas kesimpulan dalam bentuk resum, apakah paslon tersebut fit atau un-fit sehingga mampu melaksanakan fungsi-fungsi tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan

“Sedangkan hasil pemeriksaan yang lebih detail hanya untuk diketahui tim dokter dengan paslon terkait. Misalnya jika ada paslon gula tinggi, ini nantinya akan disampaikan secara pribadi oleh dokter kepada paslon, karena KPU tidur perlu tau itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, RSUD Papua Barat akan siap jika ada pemeriksaan tambahan, hal ini dikarenakan dari KPU Provinsi Papua Barat dan KPU Kabupaten Manokwari telah membuat perpanjangan waktu pendaftaran paslon.

 

PSR-CP

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *